Polda Sumsel, Disbun, dan GAPKI Perkuat Pengawasan Sawit, Cegah Konflik, dan Dukung Perkebunan Berkelanjutan

Polda Sumsel bersama Dinas Perkebunan Sumatera Selatan dan GAPKI membangun sinergi pengawasan untuk mencegah konflik, menjaga keamanan kebun, serta memperkuat penerapan praktik perkebunan sawit berkelanjutan melalui koordinasi dan pemantauan berbagai potensi gangguan di lapangan.

BERITA

Arsad Ddin

6 Desember 2025
Bagikan :

Polda Sumsel, Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, dan GAPKI Cabang Palembang menggelar audiensi bersama di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (04/12/2025). (Foto: tribratanews.sumsel.polri.go.id)

Palembang, HAI SAWIT – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menerima audiensi dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Palembang. Pertemuan berlangsung di Gedung Presisi Mapolda Sumsel pada Kamis (04/12/2025).

Audiensi tersebut dipimpin Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, bersama Ketua GAPKI Cabang Sumsel, Alex Sugiarto. Keduanya menyampaikan sejumlah isu strategis sektor sawit di wilayah tersebut.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi hadir bersama jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Pertemuan itu membahas pengamanan kebun, penanganan konflik lahan, serta penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Perkebunan sawit adalah tulang punggung ekonomi daerah. Maka dari itu, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan aparat kepolisian harus berjalan optimal untuk menciptakan industri yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Andi Rian R. Djajadi, dikutip dari laman Tribratanews Sumsel, Sabtu (06/12/2025).

Sejumlah potensi gangguan usaha di sektor sawit ikut dibahas, mencakup pencurian tandan buah segar dan perusakan fasilitas kebun yang dapat menghambat produktivitas. Kerja sama lintas sektor dinilai penting untuk menjaga stabilitas industri.

Dinas Perkebunan menyampaikan apresiasi terhadap dukungan kepolisian dalam menjaga stabilitas kawasan perkebunan. Upaya pencegahan kebakaran serta penanganan sengketa menjadi perhatian utama dalam pertemuan itu.

Ketua GAPKI Sumsel, Alex Sugiarto, menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan koordinasi dalam pengawasan perkebunan. Ia menilai kehadiran aparat memberi efek signifikan bagi keamanan usaha.

“Dengan koordinasi yang kuat, setiap potensi gangguan bisa dicegah sejak awal. Dunia usaha sangat terbantu dengan hadirnya dukungan dari Polda Sumsel,” ucap Alex Sugiarto.

Iklim usaha dan dinamika lapangan turut dijelaskan sebagai faktor yang memerlukan penguatan koordinasi antarinstansi, agar pengelolaan perkebunan sawit dapat berjalan aman dan mendukung aktivitas perusahaan.

Sejumlah pejabat dari Dinas Perkebunan ikut hadir, termasuk Kabid Produksi serta pejabat yang menangani lahan, kebakaran, gangguan usaha, dan konflik perkebunan. Dari GAPKI turut hadir perwakilan pengurus daerah.

Sinergi yang dibangun dalam pertemuan itu melahirkan komitmen bersama guna memperkuat koordinasi pengawasan sektor sawit, terutama terkait keamanan kawasan perkebunan dan penerapan prinsip berkelanjutan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya