Lonjakan Konsumsi Minyak Nabati Pakistan Dorong Permintaan Sawit Indonesia

Lonjakan konsumsi minyak nabati di Pakistan sejak 1980 mendorong peningkatan kebutuhan impor dan memperkuat posisi Sawit Indonesia sebagai pemasok utama. Pertumbuhan penduduk dan permintaan industri pangan Pakistan semakin memperbesar peran sawit dalam struktur konsumsi nasional negara tersebut.

BERITA ARTIKEL

Arsad Ddin

27 November 2025
Bagikan :

Foto: bpdp.or.id

Jakarta, HAI SAWIT –Kenaikan konsumsi minyak nabati Pakistan sejak 1980 mendorong ketergantungan lebih besar pada pasokan luar negeri, termasuk Sawit Indonesia yang memainkan peran penting bagi kebutuhan industri pangan nasional Pakistan.

Lonjakan kebutuhan minyak nabati di Pakistan didorong naiknya konsumsi rumah tangga dan industri, yang memberikan ruang lebih besar bagi Sawit Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar negara tersebut.

Dilansir dari laman BPDP, Kamis (27/11/2025), konsumsi minyak nabati Pakistan melonjak dari 676 ribu ton pada 1980 menjadi 4,64 juta ton pada 2018, atau 3,5 kali lebih besar dibanding kapasitas produksi dalam negeri.

Lonjakan tersebut membuka ruang perdagangan baru bagi Sawit Indonesia, terlebih pangsa sawit di Pakistan mencapai 66 persen, jauh mengungguli minyak cottonseed, rapeseed, kedelai, dan biji bunga matahari.

Industri pangan Pakistan menyerap sekitar 95 persen pasokan minyak sawit untuk memproduksi vanasphati ghee, yakni lemak pangan semi-padat yang digunakan luas dalam kebutuhan harian masyarakat setempat.

Produk vanasphati ghee berbasis sawit memiliki titik leleh ideal dan harga yang relatif terjangkau, sehingga meningkatkan ketergantungan industri Pakistan pada Sawit Indonesia sebagai bahan baku utama.

Selain vanasphati ghee, sawit juga digunakan dalam produksi margarin, minyak goreng, shortening, dan produk susu, sementara sebagian kecil dialokasikan untuk industri sabun dan kebutuhan non-pangan lain.

Di sisi lain, konsumsi minyak kedelai, cottonseed, dan rapeseed di Pakistan menunjukkan penurunan pangsa sepanjang 1980–2018, mengikuti pergeseran preferensi masyarakat dan industri terhadap minyak sawit.

Tren ini memperlihatkan bahwa sawit memiliki posisi strategis dalam struktur konsumsi minyak nabati Pakistan sekaligus memperkuat peran Sawit Indonesia di pasar ekspor Asia Selatan.

Dengan permintaan yang stabil sejak 1980, Pakistan muncul sebagai salah satu konsumen terbesar minyak sawit global, berperan penting dalam menjaga arus perdagangan sawit Indonesia di kawasan tersebut.

Perkembangan ini menandai bahwa dinamika konsumsi minyak nabati Pakistan memberi dampak besar terhadap peningkatan serapan Sawit Indonesia, terutama pada sektor industri pangan yang membutuhkan pasokan dalam volume besar.***

Bagikan :

Artikel Lainnya