Kolaborasi BPDP–Aspekpir Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Pelepah Sawit bagi Petani Muda Bengkalis

Kolaborasi BPDP dan Aspekpir di Pulau Bengkalis menghadirkan rangkaian kegiatan pembinaan bagi petani muda untuk mendorong penguatan usaha berbasis sawit. Program ini mempertemukan pemerintah daerah, komunitas petani, dan pelaku UMKM dalam satu ruang pelatihan terpadu guna membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

BERITA HAI PRODUK SAWIT

Arsad Ddin

3 Desember 2025
Bagikan :

Kegiatan Praktik Mengolah Pelepah Kelapa Sawit menjadi Produk UKMK berupa Lidi Sawit Siap Ekspor, Pakan Ternak dari Daun Sawit dan Biochar dari Pelepah Sawit yang dilaksanakan. (Foto. bpdp.or.id)

Bengkalis, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia menyapa petani muda di Pulau Bengkalis melalui pelatihan pengolahan pelepah sawit menjadi produk bernilai tambah, Kamis, (30/10/2025).P

elatihan tersebut digelar di salah satu desa sentra perkebunan sawit dan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah di Pulau Bengkalis. Para peserta mendapatkan materi praktik langsung mengenai pemanfaatan pelepah dan daun sawit menjadi produk UKMK.D

alam sambutan secara daring, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah memberikan penjelasan mengenai manfaat program promosi UMKM sawit yang telah dijalankan lembaganya di sejumlah daerah.

"Berbagai kegiatan promosi UMKM Sawit yang dilaksanakan BPDP telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi produk-produk UMKM untuk berkembang," ujar Helmi Muhansyah, dikutip dari laman BPDP, Rabu (03/12/2025).

Helmi menambahkan contoh keberhasilan program tersebut di daerah lain.

"Contoh nyatanya adalah transformasi salah satu UKM batik di Yogyakarta yang dulunya beromset kecil hingga saat ini mengalami peningkatan omzet dan peningkatan penyerapan tenaga kerja," ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan berkaitan dengan pengembangan produk turunan sawit dari kegiatan di Pulau Bengkalis.

"Kegiatan diharapkan melahirkan produk-produk inovatif UMKM sawit dari Bengkalis," ucapnya.

Ketua DPD I Aspekpir Riau Sutoyo dalam kesempatan lain menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya Desa Bantan Tengah, serta kemitraan BPDP dalam penyelenggaraan pelatihan pemanfaatan pelepah sawit tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andres Wasono turut memberi sambutan mengenai dampak ekonomi dari inovasi pengolahan pelepah sawit. Ia menilai langkah semacam ini membuka peluang pendapatan baru bagi petani.

Sebanyak 80 peserta, sebagian besar anak muda petani sawit, mengikuti rangkaian praktik mulai dari pembuatan lidi sawit siap ekspor, proses pembuatan biochar dari pelepah hingga penerapan biochar pada tanaman. Pelatihan juga membahas pembuatan pakan ternak dari daun sawit.

Pada kegiatan tersebut turut dilakukan penandatanganan kerja sama ekspor lidi sawit sebagai bagian dari pengembangan produk turunan sawit. Penandatanganan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memaksimalkan hasil pelatihan dan potensi pasar produk lokal.

Kegiatan di Pulau Bengkalis ini melibatkan lintas elemen, termasuk aparat pemerintah daerah dan komunitas petani, dalam upaya memperluas penerapan inovasi pemanfaatan pelepah sawit agar mendorong peningkatan nilai ekonomi di wilayah tersebut.***

Bagikan :

Artikel Lainnya