Kalimantan Selatan Targetkan Sawit Berkelanjutan dan Swasembada Pangan Lewat Program PSR

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan mendorong sinergi sawit dan pangan melalui program Peremajaan Sawit Rakyat. Integrasi ini dipandang strategis agar sektor perkebunan dapat memberi kontribusi nyata bagi pencapaian swasembada pangan nasional.

BERITA

Arsad Ddin

23 September 2025
Bagikan :

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan menggelar workshop integrasi Peremajaan Sawit Rakyat dengan tanaman pangan di Tanah Bumbu pada 18–19 September 2025. (Foto: ig/disbunnak.provkalsel).

Tanah Bumbu, HAISAWIT - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan membuka kegiatan workshop integrasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan tanaman pangan. Acara ini berlangsung di Tanah Bumbu pada 18–19 September 2025.

Workshop menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, sektor perkebunan, dan instansi terkait. Kegiatan ini bertujuan menguatkan sinergi PSR dengan pengembangan pangan sebagai langkah strategis menuju kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.

Dikutip dari Disbunnak Kalsel, Selasa (23/9/2025), kegiatan workshop juga diikuti oleh pengurus dan anggota APKASINDO serta koperasi kelapa sawit dari Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Forum ini menjadi wadah diskusi bersama membangun kolaborasi sawit dan pangan.

Plt. Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak Kalsel, Heri Purwanto, S.Pt., MS, menyampaikan bahwa integrasi sawit dengan pangan merupakan langkah nyata yang perlu dikawal bersama. Melalui sinergi lintas pihak, produktivitas perkebunan dapat meningkat dan memberi manfaat langsung bagi petani.

Kegiatan ini juga menjadi ruang penyamaan visi antar pemangku kepentingan. Kalimantan Selatan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas perkebunan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Selain itu, integrasi PSR dengan pengembangan tanaman pangan sejalan dengan program pemerintah yang mulai dijalankan sejak 2024. Upaya ini diarahkan untuk menjawab tantangan kebutuhan pangan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Data Disbunnak menunjukkan, integrasi sawit dengan tanaman pangan diyakini mampu menjaga keberlanjutan perkebunan. Skema ini juga membuka peluang strategi baru agar perkebunan dan pangan dapat tumbuh secara seimbang di wilayah Kalimantan Selatan.

Kegiatan workshop yang digelar selama dua hari itu menghasilkan sejumlah rekomendasi teknis. Rekomendasi tersebut mencakup pola tanam, tata kelola, serta strategi penguatan kapasitas petani sawit yang terlibat dalam program peremajaan.

Melalui dukungan lintas sektor, program ini diatur untuk mempertemukan kepentingan petani dengan arah pembangunan daerah. Keterlibatan APKASINDO dan koperasi sawit menjadi penopang utama dalam pelaksanaan integrasi PSR dengan pangan di Kalsel.***

Bagikan :

Artikel Lainnya