Petani sawit di Aceh Barat mendesak pemerintah membangun pabrik CPO baru di daerah. Selama ini hasil panen harus dikirim ke luar daerah, membuat biaya tinggi dan menekan keuntungan petani.
Arsad Ddin
24 Agustus 2025Petani sawit di Aceh Barat mendesak pemerintah membangun pabrik CPO baru di daerah. Selama ini hasil panen harus dikirim ke luar daerah, membuat biaya tinggi dan menekan keuntungan petani.
Arsad Ddin
24 Agustus 2025
Meulaboh, HAISAWIT - Petani sawit di Kabupaten Aceh Barat menyampaikan keinginan agar pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dapat dibangun di daerah tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat produksi sekaligus mendukung kenaikan harga tandan buah segar (TBS).
Saat ini, sebagian besar hasil panen sawit di Aceh Barat masih harus dikirim ke pabrik pengolahan yang lokasinya cukup jauh. Kondisi ini membuat biaya tambahan meningkat dan waktu proses produksi lebih lama dibanding jika tersedia pabrik di daerah setempat.
Dikutip dari laman rri.co.id, Minggu (24/8/2025), Aceh Barat memiliki ribuan hektare perkebunan sawit yang tersebar di beberapa kecamatan. Potensi ini mendorong petani meminta pemerintah memberi perhatian khusus agar nilai tambah sawit bisa dirasakan secara langsung.
Dalam kegiatan pengolahan, pabrik CPO biasanya melakukan tahapan perebusan, perontokan, pengepresan hingga penyaringan. Proses tersebut dilakukan dengan standar tertentu, termasuk pengaturan suhu minyak, sehingga menghasilkan kualitas CPO yang sesuai kebutuhan pasar industri.
Sebagian petani menilai keberadaan pabrik baru dapat membantu memperbaiki rantai pasok. Dengan akses yang lebih dekat, hasil panen bisa langsung diolah, sehingga kualitas TBS tetap terjaga tanpa menurunkan mutu akibat waktu pengiriman yang terlalu lama.
Selain itu, sistem penetapan harga sawit yang difasilitasi pemerintah menjadi salah satu perhatian penting. Dalam mekanisme tersebut, perwakilan petani duduk bersama dengan pihak pabrik untuk menentukan harga yang sesuai kondisi pasar.
Di sisi lain, pihak pabrik yang ada menginformasikan bahwa pengelolaan limbah produksi dilakukan secara rutin. Pemeriksaan limbah cair dan gas buang setiap minggu menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada pencemaran lingkungan sekitar.
Aceh Barat selama ini dikenal sebagai salah satu sentra sawit di kawasan Pantai Barat Selatan Aceh. Perkebunan sawit tersebar di Woyla, Arongan Lambalek hingga Meureubo, dan menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Dengan potensi produksi yang besar, keberadaan industri hilir di Aceh Barat dianggap sangat mendukung pengembangan sawit. Pabrik CPO lokal tidak hanya memperpendek rantai distribusi tetapi juga meningkatkan daya saing hasil perkebunan daerah.
Fakta di lapangan menunjukkan, sebagian petani sawit masih menunggu realisasi pabrik pengolahan baru. Hal itu dianggap dapat membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan fasilitas yang ada saat ini.***