Gubernur Harum: Hilirisasi Sawit di Kaltim Jadi Kunci Transisi Energi Nasional

Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud menegaskan pentingnya hilirisasi sawit sebagai kunci transisi energi nasional saat kunjungan ke PT Energi Unggul Persada Bontang. Industri biodiesel sawit dinilai mampu memperkuat kemandirian energi sekaligus memberi nilai tambah bagi petani lokal.

BERITA

Arsad Ddin

6 September 2025
Bagikan :

Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud melakukan agenda kunjungan kerja mengenai pengembangan biodiesel sawit di kawasan industri PT Energi Unggul Persada, Bontang, Jumat (5/9/2025). (Foto: Dok. Hudais TP)

Bontang, HAISAWIT - Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) mengunjungi PT Energi Unggul Persada (EUP) di Kota Bontang, Jumat (5/9/2025). Perusahaan ini bergerak di pengolahan minyak sawit dan produk hilirnya.

Kedatangan gubernur didampingi Anggota DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum dan rombongan Pemerintah Provinsi Kaltim. Kedatangan disambut manajemen EUP, termasuk General Manager Ari Setyo Nugroho dan jajaran pimpinan perusahaan.

Gubernur Harum menyatakan peran EUP penting bagi pengembangan energi baru terbarukan di Kaltim. Pemerintah daerah menilai hilirisasi sawit dapat memperkuat transformasi energi dari penghasil fosil menuju energi yang lebih bersih.

Dalam kunjungannya, gubernur Harum menyampaikan pentingnya pengembangan biodiesel sebagai bagian strategi energi nasional.

“Kegiatan industri ini sangat penting, dimana pengembangan biodiesel menjadi energi masa depan bangsa,” ujar Gubernur Harum, dikutip dari FP Pemprov Kaltim, Sabtu (6/9/2025).

Harum menilai pengembangan biodiesel berbasis sawit mendukung kebijakan nasional dalam transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Gubernur juga menyinggung keluhan petani dan pengusaha soal minimnya hilirisasi sawit di Kaltim.

“Ini yang sering dikeluhkan masyarakat kita, khususnya petani sawit dan pengusaha sawit seolah-olah di Kaltim tidak ada hilirisasi kelapa sawit,”

Ia menyinggung perkembangan pencampuran biodiesel, dari level awal menuju tingkat yang lebih tinggi.

"Dimulai dari B20, B30, B35 dan sekarang B40. Tidak menutup kemungkinan nantinya masuk B60, B70 dan seterusnya,"

Pemerintah Provinsi Kaltim membuka peluang investasi bagi industri hijau. Gubernur mendorong EUP mengembangkan kemitraan dengan petani, UMKM, serta program sosial di bidang pendidikan dan kesehatan.

General Manager Ari Setyo Nugroho menyebut EUP bagian dari grup KPN (Karunia Prima Nastari) Corp dan beroperasi di beberapa wilayah termasuk Bontang. Produk perusahaan meliputi minyak goreng, biodiesel, kernel, cangkang, dan bungkil sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya