KEK Sei Mangkei Dorong Hilirisasi Sawit, Tarik Investasi Rp6,5 Triliun dan Tingkatkan Ekspor Nasional

KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara semakin memperkuat hilirisasi kelapa sawit dengan menarik investasi senilai Rp6,5 triliun. Pada 2024, ekspor kelapa sawit dari kawasan ini tercatat mencapai Rp2,7 triliun.

BERITA

Arsad Ddin

11 September 2025
Bagikan :

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara (Foto: Dok. KEK Sei Mangkei)

Jakarta, HAISAWIT - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara semakin menegaskan perannya sebagai pusat hilirisasi kelapa sawit dengan menarik investasi baru senilai Rp6,5 triliun dan meningkatkan ekspor nasional.

KEK Sei Mangkei difokuskan untuk mendorong nilai tambah industri sawit, sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah sekitarnya. Kawasan ini menjadi salah satu simpul strategis dalam jaringan industri nasional.

Dikutip dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (11/9/2025), pada 2024 KEK Sei Mangkei berhasil menghasilkan ekspor kelapa sawit senilai Rp2,7 triliun. Investasi tersebut datang dari berbagai pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas hilirisasi di kawasan ini.

Pengembangan KEK Sei Mangkei juga didukung peningkatan kapasitas SDM dan riset teknologi untuk industri sawit. Langkah ini memperkuat daya saing kawasan sekaligus memastikan proses produksi lebih efisien dan sesuai standar global.

Kawasan ini terintegrasi dengan konektivitas transportasi dan logistik yang memudahkan distribusi produk hilir sawit ke pasar internasional. Infrastruktur pendukung juga dirancang agar dapat menarik investasi tambahan di masa depan.

Selain hilirisasi sawit, KEK Sei Mangkei menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan ekspor komoditas strategis, mengurangi ketergantungan impor, serta memperluas peluang investasi di sektor industri berbasis sumber daya alam.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan total realisasi investasi di KEK secara nasional mencapai Rp294,4 triliun, dengan KEK Sei Mangkei sebagai salah satu kontributor utama sektor hilirisasi sawit.

Jumlah tenaga kerja yang terserap di KEK Sei Mangkei terus bertambah seiring proyek hilirisasi berjalan. Kawasan ini menjadi pusat penyerapan tenaga kerja yang signifikan bagi masyarakat lokal dan sekitarnya.

KEK Sei Mangkei juga mendapat perhatian sebagai simpul promosi investasi global. Kawasan ini terus memanfaatkan jaringan internasional untuk menghadirkan peluang bisnis baru dan memperkuat branding investasi Indonesia.

Rencana pengembangan lebih lanjut mencakup kolaborasi dengan investor global dan partisipasi dalam forum internasional. KEK Sei Mangkei tetap menjadi salah satu instrumen strategis Indonesia untuk memperkuat hilirisasi kelapa sawit dan pertumbuhan ekonomi nasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya