Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), sebuah program prioritas nasional untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme petani sawit.
Sahnia Mellynia
2 Agustus 2025Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), sebuah program prioritas nasional untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme petani sawit.
Sahnia Mellynia
2 Agustus 2025
Kalimantan Timur, HAISAWIT - Guna memperkuat kapasitas pekebun swadaya dalam mengelola kebun secara berkelanjutan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian RI, menggandeng PT Citra Widya Education (CWE) dalam penyelenggaraan Pelatihan Teknis Panen dan Pasca Panen di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Pelatihan yang berlangsung pada 28 Juli hingga 1 Agustus 2025 ini berhasil menjaring 94 peserta dari tiga angkatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), sebuah program prioritas nasional untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme petani sawit.
“Petani adalah pilar utama produktivitas sawit nasional. Mereka perlu diberi akses pada pelatihan teknis yang relevan agar mampu bersaing dan mandiri,” ujar Direktur Utama PT CWE, St Nugroho Kristono saat membuka pelatihan. Ia menekankan bahwa program ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah dan dunia pendidikan dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini tidak hanya berisi sesi teori di dalam kelas, tetapi juga diselingi kegiatan praktik langsung di kebun sawit milik PT AJP. Di sana, peserta diajak melihat langsung proses panen dan tata kelola pasca panen yang efektif, sekaligus berdiskusi dengan praktisi lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, yang turut hadir dan memberikan materi pelatihan, menyebut kegiatan ini sangat penting untuk memperbaiki hasil panen petani sawit di daerahnya.
“Dengan luas kebun mencapai 253.000 hektare dan lebih dari 52.000 petani, potensi Kabupaten Paser sangat besar. Namun produktivitas masih perlu ditingkatkan, dan pelatihan seperti ini adalah bagian dari solusinya,” terang Djoko.
Djoko juga menyampaikan bahwa Kabupaten Paser telah dipercaya menjalankan berbagai program strategis dari BPDP, termasuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 7.879 ha, dengan target tambahan 3.000 ha tahun ini. Ia menyambut baik kenaikan dana PSR dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektare, yang membuka lebih banyak peluang bagi petani untuk memperbarui kebunnya.
Menutup sesi pelatihan, Djoko menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan kuota pelatihan agar semakin banyak petani yang terlibat di tahun mendatang. “Target dari Ditjenbun tahun depan adalah 400 peserta. Kami optimistis bisa mendorong partisipasi hingga 600 bahkan 700 pekebun,” ujarnya optimis.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran petani sawit dalam mewujudkan perkebunan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka dalam jangka panjang.