Inovasi Helm Limbah Sawit Dorong Hilirisasi dan Kurangi Ketergantungan Impor Material

Pemanfaatan limbah TKKS sawit untuk helm motor menghadirkan alternatif pengganti bahan impor. Produk biokomposit ini mendukung pertumbuhan industri helm nasional dan memperluas peluang pemberdayaan UMKM di sektor hilirisasi sawit.

BERITA HAI INOVASI SAWIT HAI PRODUK SAWIT

Arsad Ddin

5 Desember 2025
Bagikan :

Foto: brin.go.id

Jakarta, HAI SAWIT – Pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai bahan baku biokomposit membuka peluang besar untuk industri helm nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor material industri.

Periset Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Sigit Setiawan, memaparkan hasil simulasi kebijakan terkait penggunaan biokomposit sawit di produksi helm nasional.

“Simulasi riset kebijakan menunjukkan jika sepuluh persen produksi helm nasional (sekitar 1 juta unit) menggunakan bahan baku biokomposit sawit, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan impor bahan baku senilai Rp110,4 miliar dan menciptakan permintaan bahan baku biokomposit domestik sebesar Rp21 miliar,” ujar Sigit Setiawan, dikutip dari BRIN, Jumat (05/12/2025).

Paparan ini disampaikan dalam Macroeconomics and Finance Talks (Mafin Talks) ke-27 yang fokus pada pemanfaatan limbah sawit untuk mendorong inklusivitas dan pertumbuhan ekonomi hijau.

Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim, menekankan pentingnya memanfaatkan limbah sawit agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak ekologis.

“Fokus diskusi Mafin Talks kali ini adalah bagaimana kita menghadapi tantangan besar limbah sawit tersebut. Bagaimana penanganannya bisa bermanfaat, mendukung inklusivitas, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Industri material nasional mulai mengadopsi TKKS sebagai bahan baku helm yang kuat, ringan, dan tahan benturan, sekaligus menggantikan sebagian bahan impor yang selama ini dominan digunakan.

CEO PT Intersisi Material Maju, Andika Krisnawati, menyatakan bahwa biokomposit dari limbah sawit mendorong hilirisasi industri dan membuka peluang bagi UMKM dalam memproduksi material bernilai tambah.

“Biokomposit adalah katalisator hilirisasi dan alat pemberdayaan UMKM yang krusial, membuka jalan bagi terwujudnya pertumbuhan hijau yang inklusif di Indonesia,” ujarnya.

Riset jangka panjang juga menunjukkan pemanfaatan TKKS mampu menghasilkan helm motor bermerek green composite helmet (GCH) yang aman dan memiliki daya redam benturan lebih baik dibanding helm termoplastik standar.

Upaya ini menunjukkan langkah konkret pemanfaatan limbah sawit untuk produksi helm nasional, dengan proyeksi permintaan mencapai satu juta unit per tahun dan potensi pengurangan impor material industri.***

Bagikan :

Artikel Lainnya