
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Dok. Setneg)
Jakarta, HAI SAWIT – Pemerintah menegaskan arah pembangunan Industri Sawit nasional melalui penguatan kebijakan domestik yang mendukung daya saing hulu hingga hilir sebagai fondasi mempertahankan posisi Indonesia di pasar global.
Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa penguatan regulasi dan tata kelola menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan Industri Sawit, seiring meningkatnya tuntutan keberlanjutan di pasar internasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan peran strategis sawit dalam perekonomian nasional serta pentingnya diplomasi keberlanjutan untuk memastikan Industri Sawit Indonesia tetap kompetitif di tingkat global.
Ia juga menilai bahwa kebijakan internasional perlu memberi ruang keadilan bagi negara produsen agar perdagangan komoditas berjalan berimbang dan sesuai prinsip keberlanjutan.
“Indonesia selalu terbuka terhadap kerja sama global, namun kebijakan internasional seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) harus mengakomodasi kondisi negara produsen dan prinsip keadilan. Pendekatan keberlanjutan tidak bisa disamaratakan antar negara,” ujar Amran, dikutip dari laman Ditjenbun, Rabu (19/11/2025).
Mentan Amran menegaskan perlunya penguatan sistem domestik seperti implementasi sertifikasi ISPO dan layanan pendampingan guna menjaga konsistensi pembangunan Industri Sawit nasional.
Mentan menegaskan bahwa sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan struktur industri yang kokoh menghadapi dinamika pasar dunia.
“Kami yakin, dengan kebijakan domestik yang kuat dan inklusif, Indonesia akan terus menjadi pemimpin global dalam industri sawit yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan,” kata Amran.
Kementerian Pertanian menilai bahwa penguatan sistem keberlanjutan perlu terus dilakukan melalui integrasi ketertelusuran, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan fasilitas hilir agar Industri Sawit tetap adaptif.
Selain itu, sejumlah program peningkatan produktivitas sawit rakyat dan perluasan fasilitas pengolahan turut menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.
Pemerintah juga mencermati dinamika regulasi global serta perubahan permintaan pasar yang mendorong perlunya langkah konsisten dalam memperkuat struktur Industri Sawit dari aspek kebijakan hingga penerapan keberlanjutan.***