Faperta UNIVED Latih Ibu PKK Kungkai Baru Olah Jamur Sawit Jadi Frozen Food

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Dehasen mengenalkan teknologi pengolahan jamur sawit menjadi frozen fishcake kepada Ibu PKK Desa Kungkai Baru. Inovasi pangan fungsional ini memanfaatkan potensi komoditas lokal guna meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

12 Januari 2026
Bagikan :

Tim Abdimas Faperta UNIVED saat memberikan pelatihan pengolahan frozen fishcake berbasis jamur sawit kepada Pengurus dan Anggota PKK Desa Kungkai Baru, Kabupaten Seluma, Rabu (03/12/2025).

Bengkulu, HaiSawit - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Dehasen (Faperta UNIVED) memberikan pelatihan pengolahan jamur sawit menjadi frozen fishcake kepada pengurus serta anggota PKK Desa Kungkai Baru di Kabupaten Seluma.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (03/12/2025) ini melibatkan dosen dan mahasiswa. Tim instruktur terdiri dari Hesti Nur’aini, Evi Andriani, Herri Fariadi, Yudian Syahputra, Yeji Loni Arsi, beserta Raju.

Dilansir dari laman Faperta UNIVED, Senin (12/01/2026), pemilihan tema aplikasi teknologi pengolahan fishcake ini bertujuan memanfaatkan hasil perikanan air tawar dan jamur sawit yang melimpah namun belum terolah maksimal secara fungsional.

Sosialisasi tim menjelaskan potensi besar ikan lele sebagai sumber protein hewani yang murah. Bahan ini dipadukan dengan jamur sawit yang memiliki sifat fungsional tinggi untuk kesehatan bagi para konsumennya.

Kombinasi kedua bahan baku lokal tersebut dinilai mampu menghasilkan produk pangan yang memiliki nilai ekonomi. Inovasi ini menyasar kebutuhan pangan kekinian yang praktis namun tetap mengandung nutrisi yang cukup tinggi.

Peserta pelatihan yang mayoritas merupakan Ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengikuti praktik diversifikasi produk. Tahapan dimulai dari teknik pemilihan bahan baku berkualitas hingga proses pencampuran seluruh bahan fungsional yang tersedia.

Pelatihan teknis mencakup cara pembentukan fishcake agar memiliki tampilan menarik dan seragam. Instruktur juga memberikan edukasi mengenai proses pengolahan yang higienis agar standar keamanan pangan produk tersebut tetap terjaga dengan baik.

Peserta mempelajari teknik penyimpanan beku atau frozen agar produk memiliki umur simpan lebih panjang. Metode ini sangat penting untuk menjaga kualitas tekstur dan rasa produk sebelum sampai ke tangan konsumen akhir.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi antara narasumber dan peserta di lokasi pengabdian. Anggota PKK terlihat aktif mencoba langsung proses pengolahan dari tahap awal hingga tahap pembungkusan produk siap simpan.

Inovasi pangan berbasis jamur sawit tersebut menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Kungkai Baru. Produk ini menambah daftar variasi olahan komoditas perkebunan yang memiliki daya jual kompetitif di pasar lokal.

Faperta UNIVED menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam program pemberdayaan masyarakat ini untuk mendukung pengembangan potensi lokal. Kegiatan tersebut murni merupakan implementasi nyata dari program pengabdian kepada masyarakat pihak universitas.***

Bagikan :

Artikel Lainnya