Peran BPDP dalam Menjamin Ketersediaan Biodiesel Domestik melalui Skema Kompensasi

BPDP pastikan ketersediaan biodiesel domestik melalui skema kompensasi harga. Program B35–B40 mendukung stabilitas pasar CPO, ketahanan energi, dan pencapaian target energi terbarukan nasional secara bertahap dan berkelanjutan.

BERITA

Arsad Ddin

16 November 2025
Bagikan :

Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman, menghadiri sesi “Challenges and Opportunities of Biofuel Program in Indonesia” di Bali, Kamis (14/11/25). (Foto: Dok. BPDP)

Bali, HAI SAWIT - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berperan strategis dalam memastikan ketersediaan biodiesel di pasar domestik. Skema kompensasi harga yang dijalankan membantu stabilisasi distribusi dan penyerapan B35–B40.

Program biodiesel yang dijalankan BPDP mendukung stabilitas industri kelapa sawit nasional sekaligus meningkatkan ketahanan energi. Penerapan B35–B40 menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memenuhi target energi terbarukan.

Dilansir laman BPDP, Minggu (16/11/2025), program biodiesel memiliki empat tujuan utama: mengurangi impor solar, menjaga stabilitas harga CPO, memperkuat kinerja ekonomi makro, dan berkontribusi terhadap target energi terbarukan di Indonesia.

BPDP mengelola pendanaan secara terpusat untuk menutup selisih harga biodiesel. Mekanisme ini memastikan produksi biofuel tetap tersedia di pasar domestik tanpa mengganggu harga ritel solar bagi konsumen.

Penerapan B35–B40 di sektor transportasi dan industri menjadi fokus utama. BPDP bekerja sama dengan produsen dan distributor untuk menjamin pasokan biodiesel tetap lancar di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.

Skema kompensasi juga mendorong stabilitas harga CPO di pasar domestik. Dengan mekanisme ini, fluktuasi harga internasional tidak langsung membebani harga jual biodiesel maupun produk turunannya.

Seiring peningkatan kapasitas produksi, BPDP terus menyesuaikan pendanaan agar distribusi biodiesel tetap merata. Langkah ini penting agar target B50 pada 2026 dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain distribusi, program BPDP membuka peluang pengembangan riset biofuel generasi lanjut. Penelitian ini menjadi bagian dari inovasi energi hijau dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen biodiesel terbesar dunia.

BPDP juga mengawasi kesiapan infrastruktur pendukung biodiesel. Tangki penyimpanan, jalur distribusi, dan fasilitas blending menjadi prioritas agar kualitas dan ketersediaan bahan bakar tidak terganggu.

Biodiesel menjadi salah satu instrumen utama BPDP untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, stabilitas harga CPO, dan dukungan terhadap industri sawit domestik.***

Bagikan :

Artikel Lainnya