Produk Olahan Sawit dari Kaltim Tembus Pasar Tiongkok, Nilai Ekspor Capai Rp1,2 Miliar

Produk olahan kelapa sawit asal Kalimantan Timur berhasil menembus pasar ekspor Tiongkok. Komoditas bungkil sawit atau Palm Kernel Expeller senilai Rp1,2 miliar dilepas melalui Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi industri sawit dan peningkatan ekspor daerah.

BERITA

Arsad Ddin

24 Oktober 2025
Bagikan :

Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah Kalimantan Timur di Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda, Rabu (22/10/2025). (Foto: Dok. Barantin)

Samarinda, HAISAWIT – Produk olahan kelapa sawit asal Kalimantan Timur kembali menunjukkan daya saing di pasar global. Komoditas bungkil sawit atau Palm Kernel Expeller (PKE) hasil produksi daerah tersebut berhasil diekspor ke Tiongkok dengan nilai transaksi mencapai Rp1,2 miliar.

Pelepasan ekspor ini menjadi momentum penting bagi sektor perkebunan dan industri hilir sawit Kaltim yang terus berkembang. Kegiatan bertajuk Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah Kalimantan Timur digelar di Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda, Rabu (22/10/2025).

Pelepasan ekspor ini merupakan bagian dari sinergi antara Badan Karantina Indonesia (Barantin), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan sektor swasta. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata memperkuat hilirisasi industri berbasis hasil perkebunan, termasuk sawit.

Produk yang diekspor berasal dari PT Sinar Sawit Sentosa dengan total volume mencapai 504,67 ton. PKE atau bungkil sawit tersebut menjadi salah satu komoditas unggulan bernilai tambah tinggi dari Kalimantan Timur.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, mengatakan bahwa setiap produk ekspor yang dikirim telah melalui proses pengolahan dan pengawasan ketat.

"Produk yang diekspor telah melalui proses pengolahan, yang meningkatkan nilai jualnya dibandingkan ekspor bahan mentah. Barantin memastikan produk turunan ini aman dan berkualitas tinggi untuk diekspor," ujar Sahat, dikutip dari laman Barantin, Jumat (24/10/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada petugas di lapangan yang berperan penting dalam menjamin standar mutu ekspor. Menurutnya, peran karantina menjadi bagian penting dalam menjaga reputasi Indonesia di pasar global.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada para Petugas Karantina yang telah memastikan bahwa setiap komoditas yang diekspor hari ini memenuhi persyaratan fitosanitari dan standar mutu yang ditetapkan negara tujuan. Inilah bentuk nyata kontribusi kita bersama dalam menjaga reputasi Indonesia di pasar internasional," katanya.

Selain produk sawit, kegiatan ekspor juga mencakup komoditas kayu olahan dengan total nilai ekspor mencapai Rp5,4 miliar. Dua perusahaan pengolahan kayu dari Kaltim turut serta dalam pelepasan ekspor tersebut dengan tujuan pasar India.

Kepala Karantina Kalimantan Timur, Arum Kusnila Dewi, menyampaikan bahwa kinerja ekspor di wilayahnya terus menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data sistem BEST TRUST Barantin, nilai ekspor komoditas pertanian Kaltim hingga 20 Oktober 2025 mencapai lebih dari Rp11 triliun.

Menurut Arum, capaian itu didorong oleh dominasi beberapa komoditas unggulan, seperti kayu olahan, produk olahan kelapa sawit, kepiting bakau hidup, dan udang segar atau beku yang konsisten menembus pasar luar negeri. Aktivitas pelepasan ekspor juga disaksikan jajaran pimpinan Barantin, perwakilan pemerintah daerah, serta para pelaku usaha yang berkomitmen memperkuat daya saing produk unggulan Kaltim di pasar global.***

Bagikan :

Artikel Lainnya