Lewat SustainPalm Project, IPB Dorong Circular Economy Sawit dari Limbah ke Produk Bernilai

Rektor IPB Prof. Arif Satria menekankan pentingnya riset berkelanjutan dalam industri sawit. SustainPalm Project memperlihatkan penerapan ekonomi sirkular, mulai dari pemanfaatan limbah hingga integrasi sawit dengan peternakan dan tumpangsari tanaman.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

8 September 2025
Bagikan :

IPB University menggelar Final Meeting SustainPalm Project di IPB International Convention Center, Bogor, Selasa (2/9/2025). (Foto: arifsatria-staff.ipb.ac.id)

Bogor, HAISAWIT - Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Final Meeting SustainPalm Project di IPB International Convention Center. Kegiatan ini menghadirkan hasil riset sejak 2023 yang berfokus pada pengembangan sawit berkelanjutan.

Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, menyampaikan pentingnya riset kolaboratif untuk menjawab isu keberlanjutan dalam industri kelapa sawit. Menurutnya, keberlanjutan merupakan salah satu tantangan besar yang perlu dijawab dengan inovasi berbasis riset.

“Ini adalah proyek yang saya kira sangat penting untuk melakukan riset agar sawit kita ini benar-benar sustainable. Karena salah satu isu penting dalam sawit ini adalah isu sustainability,” ujar Prof. Arif, dikutip dari laman Arif Satria IPB, Senin (8/9/2025).

Acara ini merupakan hasil kerja sama IPB dengan Wageningen University, Universitas Lambung Mangkurat, serta Van Hall Larenstein University of Applied Sciences dari Belanda. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat riset dan praktik keberlanjutan perkebunan sawit.

Salah satu ide yang didorong dalam riset adalah pemanfaatan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah. Konsep circular economy menjadi salah satu pendekatan utama dalam hasil penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tersebut.

“Jadi from waste to wealth. Itu salah satu ide yang menurut saya harus terus kita dorong, sehingga kita harapkan dari proyek ini akan bisa berdampak kepada praktek ekonomi circular di berbagai kebun sawit di Indonesia,” jelas Prof. Arif.

Selain itu, integrasi sawit dengan peternakan sapi maupun tumpangsari tanaman turut dibahas. Model ini dinilai mampu memberikan solusi atas keterbatasan lahan sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya di perkebunan.

Dalam paparannya, Prof. Arif juga mengungkapkan bahwa IPB telah menghasilkan inovasi pakan ternak dari limbah sawit. Inovasi ini menjadi salah satu luaran riset yang dikembangkan melalui proyek SustainPalm.

“Dan pada saat yang sama, ini akan menjadi sebuah perluasan yang dilakukan oleh IPB dan proyek ini. Dan termasuk di dalamnya adalah bahwa kita juga sudah menghasilkan satu inovasi, yaitu menciptakan pakan pernak dari limbah sawit,” ucapnya.

Sejak awal 2023, SustainPalm Project telah mengembangkan sejumlah penelitian yang melibatkan berbagai pihak, baik dari Indonesia maupun Belanda. Hasil penelitian tersebut kemudian dipresentasikan kepada publik dan akademisi dalam pertemuan akhir di Bogor.

Rangkaian riset yang dipublikasikan mencakup pengelolaan limbah sawit, penerapan tumpangsari, hingga pengembangan model ekonomi sirkular. Semua temuan itu dipaparkan sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan di sektor perkebunan sawit Indonesia.***

Bagikan :

Artikel Lainnya