Dosen Unsam Kembangkan Peraut Lidi Sawit Otomatis untuk Pemberdayaan Perempuan Desa

Dosen Universitas Samudra memperkenalkan peraut lidi sawit otomatis di Desa Sukaramai Dua, Seruway, yang meningkatkan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat sekaligus mempermudah kerja Kelompok Wanita Tani.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

1 September 2025
Bagikan :

Universitas Samudra (Unsam) menggelar program pengabdian masyarakat peningkatan kapasitas Kelompok Wanita Tani Desa Sukaramai Dua, Kecamatan Seruway, Sabtu (2/8/2025). (Foto: Dok. Unsam)

Langsa, HAISAWIT - Tim dosen Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Sukaramai Dua, Kecamatan Seruway, Sabtu (2/8/2025), untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan desa melalui inovasi pengolahan limbah sawit.

Program ini dipimpin Tri Mustika, M.Pd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsam, dan melibatkan 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Nusa Indah. Fokus utama kegiatan adalah peningkatan kapasitas produksi olahan lidi sawit.

Dr. Fazri, S.T., M.T, salah satu anggota tim pengabdian, memperkenalkan peraut lidi sawit otomatis hasil rancangannya. Alat ini mampu meningkatkan kapasitas produksi dari 3 kilogram menjadi 10 kilogram per hari, mempermudah proses kerja, dan menjaga kebersihan.

Selain pelatihan teknologi, Tri Mustika memberikan materi manajemen usaha. Materi meliputi pembukuan sederhana, pembentukan struktur organisasi, dan perencanaan bisnis, agar produksi lebih teratur dan sistematis.

“Teknologi ini bukan sekadar alat, tetapi jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi para ibu pengrajin,” ujar Dr. Fazri, dikutip dari Unsam, Senin (1/9/2025).

Peserta juga dilatih menyusun SOP produksi serta sistem pencatatan yang transparan, sehingga seluruh proses kerja lebih terstruktur dan mudah dipantau. Pendampingan ini diberikan oleh empat mahasiswa Unsam dari Teknik Mesin dan Pendidikan Biologi.

Hasil olahan lidi sawit kemudian dikreasikan menjadi berbagai kerajinan tangan, termasuk piring, vas bunga, dan mangkuk. Produk ini diharapkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Dari sisi pemasaran, Rahmi Meutia, S.E., M.SM memberikan pelatihan teknik fotografi produk dan strategi branding di media sosial. Penjualan juga difokuskan melalui e-commerce seperti Shopee agar pasar lebih luas.

Kepala Desa Sukaramai Dua, Tri Eryanto, S.Ag, menyambut program ini positif. Ia menilai kegiatan ini menjadi peluang masyarakat desa untuk mengoptimalkan potensi lokal secara kreatif dan mendukung pembangunan desa.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak dari Kemendiktisaintek. Pendidikan tinggi didorong aktif dalam pengembangan teknologi, kewirausahaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

Seluruh kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendampingan langsung dosen dan mahasiswa Unsam, mulai dari pelatihan teknis, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran, sebagai bentuk pemanfaatan limbah sawit secara produktif di tingkat desa.***

Bagikan :

Artikel Lainnya