Pangkas Ketergantungan Jual TBS, Pemkab Muba Dorong Petani Olah Minyak Makan Merah

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mendorong hilirisasi kelapa sawit melalui pembangunan pabrik minyak makan merah oleh KUD Sejahtera. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah ekonomi petani dan mengurangi ketergantungan pada penjualan Tandan Buah Segar.

BERITA

Arsad Ddin

2 Februari 2026
Bagikan :

Bupati Muba, Toha Tohet saat menghadiri RAT KDU sejahtera. (Foto: rri.co.id)


Musi Banyuasin, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) memacu hilirisasi kelapa sawit melalui pembangunan pabrik minyak makan merah guna meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani pada Januari 2026 ini.

Langkah strategis tersebut bertujuan mengubah pola pikir pekebun agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan Tandan Buah Segar (TBS) yang harganya kerap mengalami fluktuasi tajam di pasar domestik maupun global.

Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, menjelaskan bahwa pengolahan produk turunan menjadi kunci utama dalam memperbaiki struktur ekonomi kerakyatan, terutama bagi para anggota Koperasi Unit Desa (KUD) yang mengelola perkebunan sawit.

“Keberadaan pabrik minyak makan merah akan menjadi solusi bagi petani, karena mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan mereka,” ujar Toha, dikutip dari rri.co.id, Senin (02/02/2026).

Ketua Umum KUD Sejahtera Babat Toman, Thamrin, memaparkan kemajuan organisasi yang kini mengelola lahan seluas 3.077 hektare sebagai fondasi kuat untuk mendukung operasional pabrik pengolahan minyak makan merah dalam skala luas.

“Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung juga terus dilakukan, termasuk pengadaan alat berat. Pada tahun ini kami juga merencanakan pengadaan ambulans,” ungkap Thamrin saat memberikan laporan pertanggungjawaban fisik dan keuangan kepada seluruh anggota.

KUD Sejahtera saat ini fokus mengoptimalkan seluruh kebun yang telah memasuki masa produksi guna mencapai target hasil panen sebesar 72 ton pada periode tahun buku berjalan melalui manajemen profesional.

Beberapa rincian rencana kerja dan pencapaian koperasi tersebut meliputi:

  • Peningkatan pembagian hasil untuk petani dari 52 persen menjadi 60 persen.
  • Perluasan areal perkebunan produktif dari 3.000 hektare menjadi 3.077 hektare.
  • Pengembangan fasilitas penunjang operasional dan layanan kesehatan bagi para anggota.

Mengenai aspek teknis pengolahan, Thamrin memaparkan bahwa pihaknya aktif mencari dukungan profesional untuk menjamin kualitas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang nantinya akan diolah menjadi minyak goreng.

“Selain itu KUD Sejahtera telaj menjalin kemitraan pembangunan pabrik CPO dengan PT PUSSA untuk memperkuat hilirisasi sawit,” pungkas Thamrin di hadapan peserta Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang berlangsung di Kelurahan Babat.

Kerja sama dengan pihak swasta tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pabrik yang terintegrasi dengan perkebunan milik rakyat agar efisiensi biaya logistik pengiriman buah sawit ke tempat pengolahan dapat ditekan secara maksimal.

Pemerintah daerah memberikan pengesahan atas laporan keuangan koperasi yang dinilai sehat, sehingga rencana pengadaan alat berat dan armada ambulans bagi anggota dapat segera terealisasi sesuai jadwal kerja yang ditetapkan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya