Pabrik Minyak Goreng Kaltara Ditargetkan Rampung 2026, Gubernur Zainal Paliwang Pacu Percepatan

Langkah progresif Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang dalam mempercepat pembangunan Pabrik Minyak-KU mendapat dukungan dari berbagai pihak. Rapat koordinasi di Tarakan menghasilkan komitmen penyediaan bahan baku CPO agar kebutuhan produksi pabrik dapat terjamin ketika beroperasi pada 2026 mendatang.

BERITA

Arsad Ddin

2 Oktober 2025
Bagikan :

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan Pabrik Minyak Goreng Minyak-KU di Tarakan, Kamis (2/10/2025). (Foto: Dok. Biro ADPIM Kaltara)

Tarakan, HAISAWIT - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., mengambil langkah progresif untuk mempercepat pembangunan Pabrik Minyak Goreng Kalimantan Utara (Minyak-KU) dengan target rampung pada Agustus 2026.

Langkah percepatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Tarakan. Kegiatan ini melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, kepala daerah kabupaten di Kaltara, perusahaan kelapa sawit, serta dinas terkait.

Dikutip dari laman Biro ADPIM Kaltara, Kamis (2/10/2025), rapat koordinasi dipimpin langsung Gubernur Zainal Paliwang. Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Nunukan, Wakil Bupati Malinau, Wakil Bupati Tana Tidung, serta Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat.

Pembahasan rapat menitikberatkan pada pemetaan kapasitas penyediaan bahan baku dan pengamanan rantai pasok minyak sawit mentah (CPO). Hal ini menjadi poin penting untuk menjamin ketersediaan pasokan bagi operasional pabrik setelah resmi beroperasi.

Komitmen bersama lahir dari hasil koordinasi tersebut. Perusahaan kelapa sawit yang hadir menyatakan dukungan terhadap pengamanan pasokan CPO. Pernyataan itu menjadi acuan penting bagi Dirjen Perkebunan untuk menyusun langkah bantuan pendanaan dan konsultasi teknis.

Dalam rapat juga disampaikan bahwa dukungan teknis akan diarahkan pada program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Tujuannya memastikan rantai pasok CPO berkualitas tinggi tetap terjaga agar kebutuhan produksi pabrik terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain dari sektor teknis, dukungan konkret datang dari pemerintah kabupaten. Bupati Nunukan dan Wakil Bupati Malinau menyampaikan kesiapan daerahnya untuk memfasilitasi ketersediaan lahan sebagai lokasi pembangunan pabrik Minyak-KU.

Gubernur Zainal A Paliwang pada kesempatan tersebut juga mendorong inisiatif pembentukan forum atau asosiasi petani plasma di Kaltara. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah aspirasi petani serta memperkuat keterlibatan mereka dalam rantai nilai proyek pabrik.

Rapat koordinasi di Tarakan yang dihadiri perwakilan pemerintah pusat dan daerah ini menjadi bagian dari upaya sinergi mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat hilirisasi sawit di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.***

Bagikan :

Artikel Lainnya