
Wali Kota Subulussalam H. M. Rasyid menghadiri peluncuran program Corporate Social Responsibility (CSR) PT MSB II di Kecamatan Sultan Daulat, Sabtu (25/10/2025). (Foto: MC Kota Subulussalam)
Subulussalam, HAISAWIT – Wali Kota Subulussalam H. M. Rasyid menegaskan pentingnya keselarasan antara aktivitas perusahaan kelapa sawit dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa kehadiran industri sawit semestinya menjadi bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran program Corporate Social Responsibility (CSR) PT MSB II di kawasan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Sabtu (25/10/2025).
Wali Kota menilai keberadaan perusahaan sawit harus membawa manfaat nyata bagi warga sekitar, terutama dalam membuka peluang kerja dan menjaga keseimbangan lingkungan. Ia mengingatkan agar investasi yang masuk tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
“Pihaknya sangat terbuka terhadap investasi yang masuk asal perusahaan tetap berwawasan lingkungan dan berpihak kepada masyarakat,” ujar H. M. Rasyid, dikutip dari laman Pemkab Subulussalam, Minggu (26/10/2025).
Menurutnya, kemitraan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sawit penting untuk memperkuat perekonomian sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Kerja sama yang saling menguntungkan akan membantu mempercepat pembangunan di tingkat lokal.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi PT MSB II yang dinilai konsisten menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan CSR di sekitar kawasan pabrik minyak kelapa sawit.
Wali Kota menekankan agar setiap program CSR perusahaan sawit benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkan pentingnya melibatkan warga sekitar dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi agar dampaknya lebih terasa.
“Libatkan masayarakat lokal dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan Masyarakat termasuk memberikan beasiswa untuk pelajar Sultan Daulat dan memastikan operasional bus CSR seperti gaji supir tetap ditanggung perusahaan,” katanya.
Kehadiran PT MSB II di Subulussalam juga disebut telah memberi contoh positif bagi pelaku industri sawit lainnya dalam membangun kemitraan yang produktif dengan pemerintah daerah. Hal itu menunjukkan bahwa industri sawit dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Dalam acara peluncuran CSR tersebut turut hadir unsur Forkopimda Kota Subulussalam, Forkopimcam Sultan Daulat, para tokoh masyarakat, dan perwakilan kampung setempat. Kehadiran berbagai pihak ini memperlihatkan dukungan luas terhadap upaya kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha.
Pemerintah Kota Subulussalam berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan bagi pelaku usaha sawit. Kolaborasi berkelanjutan dengan sektor swasta diharapkan dapat memperkuat kontribusi industri sawit terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan di daerah ini.***