
Bupati Merangin H M Syukur menghadiri rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 dan Nota Keuangan yang digelar di Gedung DPRD Merangin, Senin (20/10/2025). (Foto: Dok .Kominfo Merangin)
Merangin, HAISAWIT – Bupati Merangin H M Syukur menyampaikan bahwa sektor kelapa sawit menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di wilayahnya. Sekitar 60 persen warga menggantungkan sumber penghidupan dari perkebunan sawit yang tumbuh di hampir seluruh kecamatan.
Kondisi itu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah di tengah tekanan global. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Syukur saat rapat paripurna DPRD Merangin tentang Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD Merangin, Senin (20/10/2025).
“Alhamdulillah, ekonomi Merangin masih stabil dan mudah-mudahan di 2026 juga stabil. Ini didukung hampir 60 persen masyarakat bergantung pada Perkebunan Kelapa Sawit, di mana harganya terus mengalami kenaikan. Begitu juga dengan komoditas lain seperti kopi, padi, jagung, kentang, dan perkebunan lainnya,” ujar Bupati Syukur, dikutip dari laman Pemkab Merangin, Rabu (22/10/2025).
Bupati menyampaikan, meskipun banyak daerah mengalami tekanan akibat krisis ekonomi global dan penurunan transfer keuangan pusat, Merangin mampu menjaga stabilitas melalui penguatan sektor produktif. Sawit menjadi tumpuan utama yang memutar ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.
Menurutnya, kemampuan Merangin bertahan di tengah gejolak ekonomi menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal daerah yang diterapkan secara adaptif. Pemerintah daerah juga mempercepat belanja untuk menjaga perputaran ekonomi dan inflasi agar tetap terkendali.
“Tidak semua daerah berhasil keluar dari krisis ini. Dengan menggunakan instrumen kebijakan fiskal dan keuangan secara luar biasa, Kabupaten Merangin berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi,” ucapnya.
Sejumlah komoditas unggulan seperti kopi, padi, dan jagung juga memberi pengaruh positif terhadap ekonomi daerah. Namun, sektor kelapa sawit masih menjadi kontributor terbesar karena luasnya lahan perkebunan rakyat dan tingginya harga jual tandan buah segar.
Meski situasi ekonomi terjaga, Bupati Syukur menilai ada satu tantangan besar yang harus segera dibenahi, yaitu infrastruktur. Kondisi jalan di beberapa wilayah penghasil sawit belum seluruhnya memadai, sehingga menghambat arus distribusi hasil perkebunan ke pusat perdagangan.
Pembangunan jalan akan menjadi prioritas utama dalam RAPBD 2026 untuk memperlancar akses antarwilayah. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dan meningkatkan efisiensi transportasi hasil sawit.
Pemerintah Kabupaten Merangin juga menyiapkan kebijakan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan. Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak langsung pada produktivitas petani dan pelaku usaha kecil di sektor perkebunan.
Rapat paripurna DPRD Merangin yang dihadiri pimpinan dan anggota dewan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Merangin. Selain Bupati, hadir pula Wakil Bupati H A Khafid dan Pj Sekda Zulhifni yang mendampingi penyampaian nota keuangan RAPBD 2026.***