Mahasiswa UTU Kembangkan Bigels Sawit sebagai Alternatif Lemak Padat Sehat untuk Industri Bakery

Riset mahasiswa Universitas Teuku Umar menghasilkan bigels sawit yang dapat menggantikan butter dan margarin pada produk bakery. Inovasi tersebut menawarkan solusi sehat bagi industri pangan dan memperkuat potensi kelapa sawit nasional dalam menciptakan produk bernilai tambah tinggi.

BERITA

Arsad Ddin

6 November 2025
Bagikan :

Mahasiswa Universitas Teuku Umar memperkenalkan riset bigels sawit yang menawarkan solusi lemak nabati sehat untuk mendukung produksi bakery ramah kesehatan. (Foto: Dok. UTU)

Meulaboh, HAISAWIT – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Teuku Umar (UTU) mengembangkan inovasi bigels berbasis minyak kelapa sawit sebagai pengganti lemak padat pada produk pangan. Riset ini didanai melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2025 oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemdiktisaintek.

Ketua tim peneliti, Ummu Cahyati, menjelaskan bahwa penelitian ini berawal dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bakery rendah lemak yang tetap memiliki tekstur menarik dan rasa yang enak.

“Selama ini, produk bakery banyak menggunakan butter yang mengandung lemak jenuh tinggi, atau margarin yang mengandung lemak trans,” ujar Ummu, dikutip dari laman UTU, Kamis (6/11/2025).

Ummu menambahkan, timnya berupaya menghadirkan alternatif lemak yang lebih sehat berbasis nabati dengan memanfaatkan potensi minyak sawit Indonesia. Upaya ini dinilai sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG) bidang kesehatan dan inovasi industri.

Bigels merupakan sistem koloid yang menggabungkan oleogel dan hidrogel untuk menghasilkan tekstur menyerupai lemak padat, namun memiliki profil asam lemak yang lebih sehat. Inovasi ini diuji pada produk kukis untuk melihat karakteristik fisik, kimia, dan sensori yang dihasilkan.


Produk bigels berbasis minyak kelapa sawit hasil riset mahasiswa Universitas Teuku Umar menawarkan solusi baru pengganti butter dalam industri pangan. (Foto: Dok. UTU)

Dalam riset tersebut, minyak kelapa sawit dikombinasikan dengan polimer hidrogel seperti karagenan, CMC, dan sodium alginat. Formula terbaik kemudian digunakan dalam pembuatan kukis rendah lemak yang menjadi produk uji utama tim peneliti.

Selain menghasilkan prototipe produk, tim yang beranggotakan Indayatul Rahmi, Irsa Seri Mulia, Bella Sabrina, dan Umra Maheja ini juga menargetkan publikasi ilmiah internasional serta pengembangan akun edukasi di Instagram @bigelsforbakery.

Prototipe bigels sawit ini telah diperkenalkan kepada publik dalam kegiatan Expo IBT UTU bertema “Agromarine ArtTech and Herbal Innovation Fest 2025” di Meulaboh, Oktober 2025. Inovasi tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H.

Riset berlangsung selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2025, di laboratorium THP UTU. Penggunaan bigels berbasis minyak sawit dianggap potensial untuk mengurangi ketergantungan industri pangan pada butter impor.

Temuan mahasiswa UTU ini menunjukkan potensi sawit tidak hanya untuk industri energi atau kosmetik, tetapi juga bagi pengembangan pangan sehat berbasis bahan lokal Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi.***

Bagikan :

Artikel Lainnya