3.294 Pekebun Swadaya Binaan Musim Mas Kantongi Sertifikasi ISPO, Setara 11 Persen Capaian Nasional

Sebanyak 3.294 pekebun swadaya binaan Musim Mas berhasil mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada tahun 2025. Pencapaian ini mencakup lahan seluas 7.804 hektare atau sekitar 11 persen dari total capaian nasional. Program pendampingan perusahaan tersebut dinilai membantu mempercepat penerapan standar keberlanjutan bagi petani sawit kecil.

BERITA

Arsad Ddin

15 Oktober 2025
Bagikan :

Foto: Musim Mas)

Jakarta, HAISAWIT – Sebanyak 3.294 pekebun swadaya binaan Musim Mas berhasil memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada tahun 2025. Jumlah ini mewakili total lahan seluas 7.804 hektare dan setara dengan 11 persen dari capaian nasional.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari program pendampingan intensif yang dijalankan Musim Mas sejak 2021. Perusahaan melakukan pembinaan agar pekebun swadaya mampu memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif yang ditetapkan dalam standar keberlanjutan nasional.

Program ini menjadi bagian dari dukungan Musim Mas terhadap strategi pemerintah dalam mempercepat sertifikasi ISPO bagi pekebun swadaya. Langkah ini dinilai penting karena kelompok pekebun tersebut memiliki peranan besar dalam rantai pasok industri sawit nasional.

Rob Nicholls, Program & Project General Manager Musim Mas, mengatakan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat dalam membawa pekebun swadaya masuk ke rantai pasok berkelanjutan melalui sertifikasi ISPO.

“Musim Mas memiliki komitmen yang kuat untuk membawa pekebun swadaya ke dalam rantai pasok yang lebih berkelanjutan, salah satunya dengan mendukung mereka memperoleh sertifikasi ISPO. Hal ini juga menjadi bentuk nyata sinergi kami dengan strategi pemerintah dalam membangun industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan,” ujar Rob Nicholls, dikutip dari laman Musim Mas, Rabu (15/10/2025).

Untuk membantu pekebun mencapai standar ISPO, Musim Mas menerapkan pendekatan menyeluruh. Pendampingan dilakukan melalui bimbingan teknis di lapangan, pembentukan kelembagaan resmi, serta dukungan administratif dan legalitas lahan bekerja sama dengan lembaga sertifikasi dan dinas terkait.

Selain pendampingan teknis, Musim Mas juga menanggung seluruh biaya sertifikasi ISPO bagi pekebun swadaya. Kebijakan ini membuat petani dapat fokus meningkatkan praktik budidaya tanpa terbebani biaya tambahan yang sering kali menjadi kendala utama dalam memperoleh sertifikasi.

Perusahaan turut menyelenggarakan pelatihan rutin yang mencakup praktik budidaya berkelanjutan, keselamatan kerja, serta pengelolaan sosial dan lingkungan. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang di tingkat kebun.

Dampak dari program ini mulai dirasakan langsung oleh para pekebun swadaya. Salah satunya Lady Ardyanto, petani asal Desa Pasir Jaya, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yang telah tersertifikasi ISPO sejak 2021.

“Memang saat ini belum ada perbedaan harga TBS (Tandan Buah Segar) yang tersertifikasi. Namun, dengan praktik budidaya yang baik, seperti pemupukan yang tepat, produktivitas sawit saya meningkat. Harapan saya, Musim Mas terus berkomitmen mendampingi lebih banyak petani di berbagai daerah, sementara pemerintah juga dapat membuat standar ISPO yang mudah bagi kami, dan dapat mendampingi pengurusan dokumen seperti STDB. Dengan begitu, semakin banyak pekebun swadaya bisa merasakan manfaatnya.”

Dilansir dari laman Musim Mas, berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, hingga Juli 2025 luas lahan sawit yang tersertifikasi ISPO mencapai 7,21 juta hektare. Dari jumlah tersebut, lahan yang dikelola pekebun swadaya baru sekitar 69 ribu hektare.

Kontribusi 3.294 pekebun swadaya binaan yang memperoleh sertifikasi ISPO tersebut menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah dan sektor industri dalam mempercepat penerapan standar keberlanjutan di tingkat petani kecil. Langkah ini memperlihatkan bahwa peran pendampingan swasta dapat membantu memperluas jangkauan sertifikasi di wilayah perkebunan sawit nasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya