Mahasiswa UGM Kembangkan Biochar Three In One Limbah Tebu untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit

Tim Mahasiswa Fakultas Biologi dan Pertanian UGM berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Agriculture 2025 melalui inovasi Biochar Three In One berbasis limbah tebu yang mampu meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

27 Agustus 2025
Bagikan :

Tim Mahasiswa UGM meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Agriculture 2025 di Universitas Riau, 23 Mei 2025, lewat inovasi Biochar Three In One berbasis limbah tebu untuk perkebunan sawit. (Foto: Dok. Fak Biologi UGM)

Yogyakarta, HAISAWIT - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi Biochar Three In One berbasis limbah tebu. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit sekaligus mengelola limbah industri secara berkelanjutan.

Tim dari Fakultas Biologi dan Pertanian UGM terdiri dari Nelly Astiana Napitupulu, Puspita Nur Rahmawati, dan Yunita. Mereka mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Agriculture 2025 yang digelar di Universitas Riau, 23 Mei 2025.

Dikutip dari laman UGM, Rabu (27/8/2025), karya tim ini berhasil meraih Juara 2 nasional dengan penelitian berjudul “Inovasi Biochar Three In One Dari Limbah Tebu untuk Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit”. Biochar ini menggabungkan limbah tebu, mikroorganisme pendegradasi polutan, dan pupuk organik cair.

Inovasi tersebut lahir dari kebutuhan pengelolaan limbah industri dan peningkatan kualitas tanah. Limbah padat dan cair industri gula serta kelapa sawit memiliki potensi nutrien tinggi, namun juga mengandung senyawa berbahaya seperti H₂S dan amonia.

Biochar Three In One menggunakan asam fosfat untuk meningkatkan kapasitas tanah menahan dan melepaskan nutrien. Material ini mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan fosfor, dan mendukung aktivitas mikroba yang bermanfaat bagi tanaman sawit.

Penerapan biochar telah menunjukkan peningkatan hasil tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Selain itu, biochar membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia yang selama ini hanya diserap sebagian oleh tanaman, sekaligus membersihkan tanah tercemar.

Pendekatan holistik ini menjadikan biochar lebih unggul dibanding biochar konvensional. Produk inovatif ini mampu berfungsi sebagai agen remediasi sekaligus penyedia nutrien berkelanjutan untuk tanaman perkebunan.

Di sektor industri, penggunaan Biochar Three In One memberikan alternatif pengelolaan limbah yang efisien. Limbah tebu yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini berkontribusi pada peningkatan produktivitas sawit.

Pengembangan biochar ini juga relevan bagi sistem pertanian adaptif terhadap perubahan iklim. Pemanfaatan limbah lokal sebagai bahan biochar mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tim mahasiswa UGM memperoleh bimbingan dari Dr. Dwi Umi Siswanti. Dukungan dosen tersebut membantu proses penelitian, mulai dari pengolahan limbah hingga uji lapangan di perkebunan sawit.

Karya Biochar Three In One menekankan sinergi antara sains, teknologi, dan pemberdayaan sumber daya lokal. Implementasi teknologi ini menunjukkan pengelolaan limbah industri dan peningkatan produktivitas sawit dapat berjalan secara bersamaan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya