Pemkab Musi Banyuasin Dorong Peran Perempuan dalam Membangun Komunitas Sawit yang Tangguh dan Inklusif

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Forum Publik dan Refleksi Strategis yang melibatkan puluhan perempuan dari komunitas sawit, membahas penguatan peran perempuan dalam pembangunan komunitas yang tangguh dan adil.

BERITA

Arsad Ddin

27 Juli 2025
Bagikan :

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Forum Publik dan Refleksi Strategis di Hotel Grand Ranggonang Sekayu yang melibatkan perempuan komunitas sawit dari empat kecamatan (Foto: Dok. Humas Pemkab Muba)

Muba, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar kegiatan Forum Publik dan Refleksi Strategis bertema “Bersama Perempuan, Membangun Ketangguhan Komunitas Perkebunan Kelapa Sawit”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Ranggonang, Sekayu, dan dihadiri puluhan peserta perempuan dari berbagai kecamatan, seperti Keluang, Sungai Lilin, Tungkal Jaya, dan Sekayu, Kamis (24/07/2025).

Forum ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, H Tabrani Rizki, mewakili Bupati Musi Banyuasin H M Toha. Dalam sambutannya, Tabrani menilai perempuan memegang peran penting dalam komunitas sawit.

“Oleh karena itu, sudah saatnya kita memberikan perhatian lebih terhadap peran perempuan dalam komunitas perkebunan, serta mengintegrasikan perspektif gender dalam kebijakan pembangunan daerah,” ujar Tabrani, dikutip dari laman Pemkab Muba, Minggu (27/07/2025).

Ia menambahkan bahwa Pemkab Muba menyambut baik terlaksananya forum yang melibatkan perempuan dalam sektor perkebunan secara aktif.

“Dengan ini atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan Forum Publik & Refleksi Strategis ini,” lanjut Tabrani.

Pihaknya menilai, pemberdayaan perempuan secara inklusif akan memperkuat daya tahan komunitas dan mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan.

“Pemkab Muba berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor perkebunan, termasuk memperjuangkan keadilan sosial dan ekonomi bagi seluruh warganya tanpa kecuali,” ucapnya dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, Direktur Of Corporate Government and Community Relation Cargill Indonesia, Eko Sujipto, turut hadir dan memberi pandangan dalam forum tersebut.

“Melalui forum ini, saya berharap kita semua dapat saling bertukar gagasan, pengalaman, serta merumuskan langkah strategis yang konkret dalam memperkuat kapasitas perempuan, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun pengambilan keputusan dalam komunitas perkebunan. Serta kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan untuk kedepannya,” ucap Eko.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan refleksi, yang dirancang untuk membangun pemahaman kolektif mengenai peran perempuan dalam pembangunan komunitas sawit.

Forum ini menjadi ajang kolaborasi antar pihak yang berkepentingan, dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam membangun komunitas yang inklusif dan tangguh di sektor perkebunan kelapa sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya