Pekebun sawit Indonesia termasuk beruntung dengan adanya BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) yang mengumpulkan dan mengelola dana dari pungutan ekspor CPO, salah satu produk yang dihasilkan dari perkebunan sawit.
Sahnia Mellynia
18 September 2025Pekebun sawit Indonesia termasuk beruntung dengan adanya BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) yang mengumpulkan dan mengelola dana dari pungutan ekspor CPO, salah satu produk yang dihasilkan dari perkebunan sawit.
Sahnia Mellynia
18 September 2025
Padang, HAISAWIT - Ditengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang berat, pemerintah melakukan efisiensi anggaran baik APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Salah satu efisiensi terkait program pendampingan, penyuluhan dan pelatihan yang diselenggarakan pemerintah menggunakan APBN atau APDB.
Pekebun sawit Indonesia termasuk beruntung dengan adanya BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) yang mengumpulkan dan mengelola dana dari pungutan ekspor CPO, salah satu produk yang dihasilkan dari perkebunan sawit. Dari dana yang terkumpul disalurkan kembali oleh BPDP menjadi 4 kelompok, yaitu: 1) pengembangan sumberdaya manusia (pendidikan dan pelatihan); 2) penelitian sawit; 3) peremajaan sawit rakyat (PSR); 4) program sarana prasarana perkebunan.
Pelatihan pekebun sawit adalah program dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Ibarat bola salju yang makin membesar, output dari pelatihan sawit adalah peningkatan produksi TBS dan produksi CPO, sehingga dana pungutan ekspor semakin besar, dan penyaluran dana untuk pelatihan sawit juga meningkat. Makin banyak pekebun yang ikut pelatihan, maka makin cepat juga peningkatan produksi TBS, dan bergulir lagi seterusnya semakin membesar.
Pekebun sawit dari Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Dharmasraya menikmati hasil kerja keras selama ini dengan keikutsertaan mereka dalam pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit atau pelatihan Panen dan Pasca Panen yang diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI) pada tanggal 9 – 13 September 2025 di Hotel Axana, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Ada 7 kelas pelatihan dengan peserta sebanyak 213 orang yang mengikuti pelatihan. Output pelatihan ini adalah peningkatan KUANTITAS hasil panen (ton/ha TBS) dan peningkatan KUALITAS hasil panen (% rendemen CPO).
Disaat sesi kelas narasumber menanyakan berapa kuantitas hasil panen peserta saat ini? Jawabannya bervariasi dari 18 – 24 ton/ha/tahun. BPI berharap setelah mengikuti pelatihan ini, produksi kebun sawit peserta bisa meningkat minimal 25 ton/ha/tahun dengan standarnya 30 ton/ha/tahun. Hasil produksi ini sangat wajar untuk dicapai dengan melakukan perbaikan faktor – faktor pembatas pencapaian produksi yang disampaikan dalam materi pelatihan.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat (Bapak Afrizal, S.P., M.Si) menyampaikan terima kasih kepada BPDP, Ditjenbun dan Dinas Perkebunan Provinsi, ditengah kondisi efisiensi negara saat ini, pekebun sawit di provinsi Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Pasaman Barat masih bisa mengikuti pelatihan SDMPKS yang sangat berguna dan bermanfaat. Terima kasih juga kepada best Planter Indonesia selaku penyelenggara yang telah memberikan ilmu, pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber yang kompeten dibidangnya.
Akhir
kata, Majulah Sawit Indonesia, Jayalah Negeriku, Sejahtera Bangsaku.