Lompatan Besar Riset Sawit, Ilmuwan Berhasil Petakan 39 Ribu Gen Untuk Tingkatkan Produksi

Melalui dukungan Grant Riset Sawit BPDP, gabungan peneliti berhasil memetakan ribuan gen ketahanan pada sumber genetik asli. Pemetaan genom lengkap ini menjadi dasar ilmiah dalam mempercepat pemuliaan kultivar baru yang lebih produktif dan berkelanjutan.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

8 Januari 2026
Bagikan :

Ilustrasi proses pengujian sampel tanaman di laboratorium penelitian genetik - HaiSawit

Jakarta, HaiSawit - Tim peneliti dari IPB University, PT Smart Tbk, dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) berhasil memetakan rangkaian genom lengkap dari sumber genetik kelapa sawit liar serta leluhur Deli Dura.

Keberhasilan studi ini menjadi titik balik penting bagi industri perkebunan karena membuka peluang baru dalam pemanfaatan keragaman genetik tanaman penghasil minyak nabati paling efisien di dunia.

Dilansir dari laman Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kamis (08/01/2026), riset ini menyajikan data teknis yang sangat mendetail mengenai komponen genetik tanaman:

  • Identifikasi Gen: Ditemukan sekitar 39.000 gen pada Deli Dura dan 35.000 gen pada Dura liar Kamerun.
  • Tingkat Akurasi: Kualitas rangkaian genom mencapai tingkat kelengkapan lebih dari 97 persen.
  • Gen Pertahanan: Teridentifikasi lebih dari 1.700 gen ketahanan (R genes) pada setiap genom.

Riset tersebut membedah data genetik dari dua sumber utama, yakni Dura liar Kamerun (Eg-DCM) dan leluhur Deli Dura (Eg-DBG) yang saat ini berada di Kebun Raya Bogor.

Data genom berkualitas tinggi ini memberikan akses kepada para ilmuwan untuk mengambil kembali sifat-sifat unggul yang sempat hilang selama proses domestikasi tanaman sawit di masa lalu.

Penyempitan genetik saat ini menjadi tantangan besar karena mayoritas varietas modern hanya berasal dari empat bibit awal yang ditanam di Kebun Raya Bogor pada abad ke-19.

Kondisi tersebut membuat perkebunan kelapa sawit menjadi rentan terhadap serangan hama, infeksi berbagai penyakit, serta dampak buruk dari perubahan iklim yang terjadi secara global.

Hasil pemetaan menunjukkan adanya ribuan gen resisten pada kelompok RLK, RLP, dan CNL yang dapat berfungsi sebagai donor gen alamiah dalam program pemuliaan tanaman modern.

Pemanfaatan informasi genetik ini memandu pengembangan varietas baru dengan keunggulan pada peningkatan hasil minyak, perkembangan bagian mesokarp, serta kemampuan beradaptasi terhadap stres lingkungan yang ekstrem.

Ilmuwan mengintegrasikan sumber daya genomik tersebut ke dalam metode seleksi berbasis penanda untuk mempercepat penciptaan kultivar generasi berikutnya yang mampu menyeimbangkan produktivitas dengan prinsip keberlanjutan.

Penelitian kolaboratif ini menggunakan teknologi sekuensing terbaru Oxford Nanopore, MGI, dan Hi-C Scaffolding yang hasilnya telah resmi dipublikasikan melalui jurnal internasional DNA Research terbitan Oxford Academic.***

Bagikan :

Artikel Lainnya