
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan mitra internasional di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa pada 18–26 November 2025. (Foto: gapki.id)
Jakarta, HAI SAWIT – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyelesaikan misi kunjungan ke Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa pada 18–26 November 2025.
Delegasi GAPKI dipimpin Ketua Umum Eddy Martono, didampingi Wakil Ketua Umum Sany Anthony serta Ketua Bidang Luar Negeri Fadhil Hasan. Mereka melakukan serangkaian pertemuan untuk memperkuat hubungan kelembagaan.
Kegiatan ini mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan organisasi mitra di kedua benua. Kesepakatan tersebut menekankan perdagangan, keberlanjutan, dan pertukaran pengetahuan.
Selain itu, delegasi GAPKI juga menjalin dialog dengan pemangku kepentingan internasional untuk meningkatkan pemahaman global terhadap industri kelapa sawit Indonesia.
“Misi ini menunjukkan komitmen GAPKI dalam membangun jembatan kolaborasi dengan mitra internasional, berlandaskan saling menghormati dan kerja sama demi mencapai tujuan bersama,” ujar Eddy Martono, dikutip dari laman Gapki, Jumat (05/12/2025).
MoU yang ditandatangani membuka kerangka kerja sama baru, termasuk fasilitasi perdagangan serta peningkatan kapasitas teknis produsen kelapa sawit.
Delegasi GAPKI juga membahas solusi terhadap hambatan non-tarif yang memengaruhi kelancaran perdagangan minyak sawit Indonesia. Diskusi difokuskan pada adaptasi terhadap preferensi konsumen di pasar ekspor utama.
“Kesepakatan ini akan membuka peluang kolaborasi bernilai tinggi di bidang perdagangan, keberlanjutan, dan pengembangan kapasitas,” kata Eddy Martono.
Koordinasi dengan diplomat Indonesia di negara tujuan turut dilakukan untuk memperkuat dukungan diplomasi perdagangan dan memastikan jalur komunikasi tetap terbuka.
Industri kelapa sawit Indonesia menyumbang sekitar 60 persen dari total produksi minyak sawit dunia. GAPKI secara berkelanjutan berinteraksi dengan pemangku kepentingan global untuk praktik industri berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan posisi GAPKI sebagai penghubung produsen sawit nasional dengan pasar internasional sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor perdagangan dan kapasitas teknis.***