40 Kelompok Peneliti Mahasiswa Dapat Dana Riset Sawit hingga Rp20 Juta dari BPDP

Sebanyak 40 kelompok mahasiswa dari 32 universitas di Indonesia memperoleh dukungan dana riset sawit hingga Rp20 juta dari BPDP. Program ini menyeleksi 814 proposal penelitian dan meloloskan hanya 3 persen terbaik.

BERITA

Arsad Ddin

4 September 2025
Bagikan :


Pangkalan Bun, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Pengenalan Industri Sawit bagi peserta Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 27 Agustus 2025 diikuti 114 mahasiswa dari 32 universitas.

Sebanyak 40 kelompok peneliti mahasiswa terpilih dari 814 proposal yang lolos seleksi administrasi. Masing-masing kelompok memperoleh dukungan dana penelitian dengan nilai maksimal Rp20 juta sesuai ketentuan lomba riset yang dijalankan BPDP.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menjelaskan pentingnya riset dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Ia menekankan, penelitian harus menjawab tantangan produktivitas, efisiensi, hingga inovasi produk.

“Adik-adik mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang sejak dini perlu mengenal dan meneliti berbagai manfaat kelapa sawit,” ujar Alfansyah, dikutip dari laman BPDP, Kamis (4/9/2025).

Menurut BPDP, lomba riset mahasiswa ini dilaksanakan dalam jangka waktu enam hingga delapan bulan. Penelitian akan dinilai kembali pada tahap akhir untuk menentukan tiga kelompok terbaik sebagai pemenang lomba riset.

Workshop pembekalan menghadirkan tiga narasumber tim penilai lomba, yakni Dr. Bandung Sahari, Dr. Donald Siahaan, serta Edy Suprianto, Ph.D. Materi yang disampaikan mencakup keberlanjutan, rantai industri sawit, hingga tata penulisan ilmiah.

Dr. Bandung Sahari dari PT Astra Agro Lestari Tbk memaparkan peran minyak sawit Indonesia di pasar global. Ia menekankan pendekatan lingkungan dalam produksi, serta menjelaskan sawit sebagai minyak nabati paling efisien dengan praktik produksi bersih dan zero waste.

Sementara itu, Dr. Donald Siahaan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit menjelaskan potensi industri hilir. Ia menekankan pentingnya tiga sektor utama yang dikenal dengan istilah The Magic of Three, yaitu minyak goreng, oleokimia, dan biodiesel.

Adapun Edy Suprianto dari PT Riset Perkebunan Nusantara memberikan pembekalan terkait tata penulisan ilmiah. Ia menyampaikan prinsip dasar penelitian, penerapan metode ilmiah, dan kaidah sitasi agar hasil riset dapat disusun secara baik.

Selain pembekalan materi, BPDP juga menghadirkan sesi pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan. Analis riset Fitriyah menjelaskan pentingnya ketertiban administrasi sebagai penunjang penelitian berkualitas.

“Penelitian yang baik adalah penelitian yang didukung oleh administrasi yang tertib, perencanaan yang rapi akan menghasilkan riset yang dapat baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fitriyah.

Sebagai rangkaian kegiatan, 114 mahasiswa peneliti dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi di Pangkalan Bun. Lokasi tersebut juga menjadi pusat riset dan pengembangan milik PT Astra Agro Lestari.***

Bagikan :

Artikel Lainnya