Kelapa Sawit Jadi Komoditas Zero Waste, Semua Bagiannya Bernilai Ekonomi Tinggi

Kelapa sawit terbukti menjadi komoditas zero waste. Dari buah, inti, cangkang, tandan kosong, hingga batangnya, seluruh bagian dapat diolah menjadi produk bernilai guna yang menopang industri pangan dan nonpangan.

HAI PRODUK SAWIT ARTIKEL

Arsad Ddin

28 Agustus 2025
Bagikan :

(Foto: gapki.id)

Jakarta, HAISAWIT - Kelapa sawit dikenal sebagai komoditas strategis yang efisien. Seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, dari buah hingga batang, sehingga menghadirkan nilai ekonomi lintas sektor industri tanpa menyisakan bagian yang terbuang.

Sebagai hasil utama, tandan buah segar menghasilkan dua jenis minyak nabati. Mesokarp menghasilkan CPO, sedangkan inti menghasilkan CPKO. Keduanya menjadi bahan dasar berbagai produk pangan serta bahan baku beragam industri nonpangan.

Dirangkum dari laman GAPKI, Kamis (28/8/2025), pemanfaatan minyak sawit mencakup produk pangan seperti minyak goreng dan margarin, serta produk nonpangan seperti biodiesel, pelumas, kosmetik, dan bahan pendukung industri lainnya.

Selain minyak, pengolahan tandan buah segar menghasilkan tandan kosong kelapa sawit. Bagian ini diolah menjadi kompos, bahan pulp dan kertas, rayon, hingga karbon aktif, sehingga menambah ragam produk turunan bernilai ekonomi.

Cangkang sawit yang melindungi biji memiliki fungsi industri. Lapisan keras ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif atau biofuel. Selain itu, cangkang juga dapat digunakan sebagai campuran pakan karena kandungan karbohidratnya.

Ampas sawit dari proses ekstraksi mengandung serat dan nutrisi. Dengan karakter tersebut, ampas lazim dijadikan bahan baku pakan ternak. Di sisi lain, kandungan kalorinya mendukung pemanfaatan sebagai sumber energi padat.

Pelepah sawit juga bernilai guna. Bahan ini diolah menjadi biofuel, arang, serat alami, tas ramah lingkungan, serta bahan untuk pulp dan kertas. Dengan begitu, pemanfaatannya memperluas rantai pasok berbasis sumber daya tanaman.

Batang sawit memiliki potensi material. Ukurannya memungkinkan diolah menjadi bahan bangunan, furnitur, dan kayu lapis. Selain itu, batang dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat dan bahan tas, menambah keragaman produk hilir.

Pada sektor pangan, PASPI 2025 merangkum penggunaan CPO dan CPKO pada margarin, minyak goreng, emulsi, minyak makan merah, shortening, susu kental manis, es krim, hingga yoghurt yang beredar di pasar.

Untuk nonpangan, PASPI 2025 mencatat peran CPO dan CPKO sebagai bahan dasar biodiesel, pelumas, kosmetik, dan farmasi. Selain itu, keduanya menjadi sumber oleokimia seperti asam lemak, alkohol lemak, epoksi, serta lilin industri.

Sumber PASPI 2025 menjelaskan bahwa buah, inti, cangkang, TKKS, ampas, pelepah, dan batang dimanfaatkan menjadi beragam produk bernilai guna. Fakta tersebut mendasari pengelompokan kelapa sawit sebagai komoditas zero waste.***

Bagikan :

Artikel Lainnya