Kelapa Sawit Topang 92 Persen Ekspor Sulbar, Bank Indonesia Dorong Hilirisasi dan UMKM Daerah

Kelapa sawit mendominasi ekspor Sulawesi Barat dengan kontribusi mencapai 92,32 persen sepanjang 2024. Bank Indonesia mendorong pengembangan hilirisasi dan penguatan UMKM sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi daerah.

BERITA

Arsad Ddin

23 Juli 2025
Bagikan :

Kegiatan Retret Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berlangsung di Mamuju, Sabtu (19/07/2025). (Foto: Humas Sulbar)

Mamuju, HAISAWIT – Kelapa sawit tercatat menjadi komoditas ekspor utama Sulawesi Barat (Sulbar) sepanjang tahun 2024, dengan kontribusi mencapai 92,32 persen dari total ekspor daerah.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho, dalam kegiatan Retret Pemprov Sulbar yang berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Menurut Eka, sektor pertanian masih mendominasi struktur ekonomi Sulbar dengan porsi sebesar 39,21 persen. Sementara sektor industri pengolahan menempati urutan kedua dengan kontribusi 10,78 persen.

Perekonomian Sulbar pada triwulan I 2025 tumbuh sebesar 4,83 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya dan masih di bawah rata-rata pertumbuhan nasional.

Dalam forum tersebut, BI menyampaikan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya melalui pengembangan klaster UMKM dan perluasan digitalisasi pembayaran.

“Digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan sektor riil kami pandang sebagai katalisator utama dalam membangun ekonomi Sulbar yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Eka Putra Budi Nugroho, dikutip dari laman Pemprov Sulbar, Rabu (23/07/2025).

Selain itu, BI juga memaparkan potensi komoditas unggulan lain seperti kakao dan kopi. Kedua komoditas tersebut sebagian besar berasal dari perkebunan rakyat dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Pertumbuhan kredit perbankan Sulbar tercatat melambat menjadi 4,42 persen, namun risiko kredit menunjukkan perbaikan. Rasio LDR yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar kredit bersumber dari luar daerah.

Hingga saat ini, terdapat lebih dari 85 ribu merchant QRIS di seluruh kabupaten Sulbar, sebagian besar berasal dari sektor usaha mikro. Penggunaan QRIS menjadi bagian dari dorongan BI dalam memperkuat ekonomi lokal.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis daerah dalam mewujudkan Sulbar yang maju, tangguh, dan sejahtera,” kata Eka dalam kesempatan yang sama.***

Bagikan :

Artikel Lainnya