Hilirisasi minyak sawit di China tak hanya memenuhi kebutuhan pangan nasional, tapi juga menyerap 680 ribu tenaga kerja dan menyumbang pendapatan sekitar US$5,6 miliar dari sektor industri turunan.
Arsad Ddin
24 Juli 2025Hilirisasi minyak sawit di China tak hanya memenuhi kebutuhan pangan nasional, tapi juga menyerap 680 ribu tenaga kerja dan menyumbang pendapatan sekitar US$5,6 miliar dari sektor industri turunan.
Arsad Ddin
24 Juli 2025
Jakarta, HAISAWIT – China tercatat sebagai salah satu negara dengan konsumsi minyak nabati dan lemak hewani terbesar di dunia, mencapai sekitar 38 juta ton per tahun.
Kebutuhan besar ini tidak sepenuhnya bisa dipenuhi oleh produksi domestik. Hanya sekitar 64 persen yang dipasok dari dalam negeri, sisanya berasal dari impor.
Dikutip dari laman BPDP, Kamis (24/07/2025), China mengimpor sekitar 14 juta ton minyak nabati dan lemak hewani setiap tahun. Minyak sawit menjadi salah satu jenis minyak nabati yang volumenya cukup besar dalam impor tersebut.
Perubahan pola konsumsi minyak nabati di China menunjukkan peningkatan peran minyak sawit. Pada tahun 2020, minyak sawit menempati urutan kedua setelah minyak kedelai dalam konsumsi nasional.
Minyak sawit kini digunakan luas untuk berbagai sektor industri di China. Mulai dari industri catering, oleokimia, mie instan, pengolahan makanan, hingga solid fat dan biodiesel.
Pertumbuhan penggunaan minyak sawit berkaitan erat dengan urbanisasi, pertumbuhan penduduk, serta dinamika harga minyak nabati global.
China menjadi negara konsumen minyak sawit terbesar keempat di dunia setelah Indonesia, India, dan Uni Eropa. Tren ini menunjukkan pergeseran penting dalam struktur kebutuhan minyak nabati negara tersebut.
Hilirisasi minyak sawit yang dilakukan di China bukan hanya untuk konsumsi pangan, tetapi juga untuk bahan baku industri domestik yang memberikan nilai tambah ekonomi.
Berdasarkan studi European Economic (2016), hilirisasi minyak sawit di China menciptakan sekitar 680 ribu lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan sebesar US$5,6 miliar.
Setiap satu ton minyak sawit yang diimpor ke China menciptakan sekitar 115 peluang kerja baru dan pendapatan sebesar US$901 bagi perekonomian domestik.
Data dari PASPI juga mencatat bahwa hilirisasi dilakukan melalui berbagai jalur seperti oleofood complex, oleokimia, hingga biofuel. Proses ini memberikan dampak ekonomi secara luas dalam struktur industri China.***