Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membuka peluang bagi warga untuk mengelola 1.500 hektare lahan milik PT Condong. Lahan tersebut akan dialihkan guna mendukung pengembangan perkebunan sawit rakyat.
Arsad Ddin
3 Agustus 2025Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membuka peluang bagi warga untuk mengelola 1.500 hektare lahan milik PT Condong. Lahan tersebut akan dialihkan guna mendukung pengembangan perkebunan sawit rakyat.
Arsad Ddin
3 Agustus 2025
Garut, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Garut mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan perkebunan PT Condong yang akan memasuki masa perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU). Total luas lahan yang dibahas mencapai 1.500 hektare.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa sebagian lahan milik PT Condong akan diserahkan untuk dikelola oleh masyarakat secara langsung. Ia menyebut langkah ini telah dibicarakan bersama pihak perusahaan.
“Barusan kita diskusi, jadi ada 1.500 hektare yang akan kita serahkan ke masyarakat,” ujar Abdusy, dikutip dari laman Pemkab Garut, Minggu (3/8/2025).
Menurutnya, pengelolaan langsung oleh masyarakat akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan secara produktif.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah akan mendampingi proses pengelolaan tersebut. Salah satunya dengan memberikan akses pinjaman ringan untuk modal tanam kelapa sawit secara mandiri.
“Nanti kalau dikelola sama masyarakat itu, sawit itu kan 3 tahun (sampai panen). Nah, selama 3 tahun pertama, masyarakat dianjurkan untuk tumpangsari (seperti) tanam jagung, segala macam yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelasnya.
Bupati Abdusy menilai tanaman sawit memiliki potensi hasil yang baik dan dapat menjadi sumber pendapatan tetap bagi masyarakat pengelola lahan tersebut.
“Sawit itu harganya bagus. Satu hektare bisa dapat 500 sampai 2 ton, per kilo harganya sekarang Rp2.500. Jadi, seminggu bisa dapat kurang lebih Rp1 juta, sebulan bisa dapat Rp4 juta,” ujarnya.
Agar hasil panen dapat terserap optimal, pihak PT Condong disebutkan telah berkomitmen membeli produksi sawit dari masyarakat yang mengelola lahan tersebut.
“Sekarang kan orang suka bingung, sudah tanam capek-capek, pas dijual tidak ada yang beli. Sekarang sudah pasti dibeli oleh Condong,” lanjutnya.
Bupati Garut menyampaikan hal ini saat ditemui di Sekretariat Daerah Kabupaten Garut pada Kamis, 31 Juli 2025 lalu. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog bersama pihak perusahaan.
PT Condong merupakan perusahaan perkebunan yang telah beroperasi sejak masa kolonial dan saat ini sedang dalam proses perpanjangan HGU. Pemerintah daerah terlibat dalam diskusi untuk menata kembali model pengelolaan yang lebih partisipatif.
Program ini dimaksudkan untuk membuka akses ekonomi baru di sektor perkebunan sawit dengan melibatkan warga secara langsung dalam pengelolaan dan hasil produksi lahan.***