Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian menerima audiensi dari PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia guna membahas penyediaan benih sawit unggul untuk mendukung produktivitas perkebunan rakyat di daerahnya.
Arsad Ddin
28 Juli 2025Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian menerima audiensi dari PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia guna membahas penyediaan benih sawit unggul untuk mendukung produktivitas perkebunan rakyat di daerahnya.
Arsad Ddin
28 Juli 2025
Batu Bara, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Batu Bara menerima kunjungan dari PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia di Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Selasa (22/07/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas penyediaan benih unggul kelapa sawit yang dapat mendukung peningkatan produktivitas perkebunan rakyat di wilayah Batu Bara.
Dikutip dari laman Kominfo Batu Bara, Senin (28/07/2025), audiensi ini dihadiri oleh Direktur Operasional PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia Ukur Kami Surbakti bersama dua pejabat lainnya dari Grup Bakrie.
Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si menyambut langsung perwakilan perusahaan dan membuka ruang diskusi mengenai penguatan pasokan benih sawit berkualitas di daerahnya.
Selain membahas teknis penyediaan benih, pertemuan juga mengulas kemungkinan kerja sama yang lebih luas antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam mendukung pekebun kecil.
PT ASD Bakrie melalui lini bisnisnya bergerak di bidang pengembangan dan penyebaran benih kelapa sawit yang diklaim memiliki performa unggul di berbagai wilayah sentra produksi.
Pertemuan ini berlangsung di ruang kerja Bupati dan melibatkan sejumlah pejabat daerah yang terkait dengan urusan perkebunan dan pengembangan pertanian di Kabupaten Batu Bara.
Nama lain yang hadir dari pihak perusahaan antara lain Budi Nasution selaku Seed Sales & Marketing Head serta Wahyudi dari Divisi Litigation & Government Relations PT Bakrie Sumatera Plantations.
Informasi resmi dari Kominfo Batu Bara menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya menjalin komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit.***