Kabar Baik Bagi Petani Singkil Utara Saat Harga TBS Kelapa Sawit Kembali Pulih

Nilai beli tandan buah segar kelapa sawit di wilayah Aceh Singkil merangkak naik setelah melewati tren penurunan. Kondisi pasar pada awal bulan ini menunjukkan perbaikan harga sekaligus pemulihan produktivitas lahan dari fase trek.

BERITA

Arsad Ddin

5 Februari 2026
Bagikan :

Ilustrasi buah kelapa sawit - HaiSawit

Aceh Singkil, HAISAWIT – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, khususnya Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, mulai merangkak naik pada periode awal Februari 2026 ini.

Kenaikan harga jual tersebut menjadi angin segar bagi para petani setempat setelah sebelumnya nilai komoditas andalan ini sempat mengalami penurunan. Kondisi ini secara langsung memperbaiki pendapatan harian masyarakat di sektor perkebunan.

Seorang pedagang pengumpul atau toke sawit memberikan penjelasan mengenai perkembangan nilai beli komoditas tersebut kepada media. Dinamika harga pasar mulai menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan pergerakan pada bulan-bulan sebelumnya yang cenderung melandai.

"Untuk hari ini harga sawit kembali mengalami kenaikan, tidak seperti akhir tahun dan awal Januari kemarin terus turun," ujar Anto, dikutip dari rri.co,id, Kamis (05/02/2026).

Pemulihan harga ini mengakhiri tren negatif yang sempat membayangi para pemilik lahan kelapa sawit sejak pergantian tahun. Kenaikan nilai jual tersebut terpantau terjadi merata pada tingkat pengepul yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kenaikan harga pada tingkat petani ini juga disertai dengan indikator positif pada sisi produksi lapangan. Pemilik kebun melaporkan bahwa intensitas panen saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa sebelumnya yang sangat rendah.

Para petani sebelumnya menghadapi kendala produksi akibat fenomena tanaman yang tidak berbuah secara maksimal atau sering disebut sebagai masa trek. Kini, volume hasil panen perlahan kembali normal seiring perubahan siklus musim tanam.

"untuk harga terbaru di awal bulan ini kami ambil dari petani Rp 2.450 apabila diantar, lain lagi kalau dijemput kita potong Rp 50 rupiah sehingga harga Perkilonya Rp 2.400 rupiah," tambahnya.

Selisih nilai beli tersebut berlaku secara ketat berdasarkan mekanisme logistik pengiriman dari lahan menuju gudang penampungan. Perbedaan biaya operasional sebesar Rp 50 mencakup jasa angkut serta ongkos muat hasil panen kebun.

Terdapat beberapa poin penting yang memengaruhi dinamika transaksi jual beli kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil pada awal Februari 2026 ini:

  • Harga beli di gudang mencapai Rp 2.450 per kilogram.
  • Harga jemput di lokasi kebun dipatok Rp 2.400 per kilogram.
  • Biaya operasional dan ongkos muat ditetapkan sebesar Rp 50.
  • Volume produksi TBS perlahan bangkit dari fase trek.

Kualitas hasil panen menjadi faktor utama yang ditekankan oleh para pengepul kepada masyarakat agar nilai jual tetap terjaga. Penjagaan mutu buah sangat krusial guna menjamin kestabilan harga pada tingkat pabrik pengolahan kelapa sawit.

Kondisi ekonomi di Desa Gosong Telaga Barat menunjukkan gairah baru setelah stabilitas harga mulai terbentuk kembali. Para pekebun kini lebih aktif melakukan perawatan lahan guna memaksimalkan potensi hasil panen pada periode mendatang.

Pasokan TBS dari wilayah Singkil Utara mengisi kebutuhan operasional sejumlah pabrik pengolahan yang berada di sekitar area tersebut. Ketersediaan stok yang mulai stabil membantu menjaga rantai pasok industri minyak kelapa sawit mentah.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, aktivitas pengiriman buah sawit menuju gudang-gudang penampungan meningkat secara bertahap. Pihak toke sawit menyebutkan bahwa pergerakan harga saat ini sangat bergantung pada mekanisme pasar domestik dan global.***

Bagikan :

Artikel Lainnya