
Gambar Illustrasi Buah Sawit - Hai Sawit
Sulawesi, HAISAWIT – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Morowali Utara dengan memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai pupuk organik guna mendukung ketahanan pangan.
Pendekatan partisipatif yang dilakukan perusahaan bertujuan untuk menekan pengeluaran rutin petani dalam pengadaan nutrisi tanaman sekaligus meningkatkan nilai guna sisa produksi pabrik kelapa sawit menjadi material yang lebih bermanfaat.
Dilansir dari laman AstraAgro.co.id, Sabtu (07/02/2026), program pemberdayaan melalui pilar ekonomi ini telah membantu kelompok tani di wilayah operasional PT Agro Nusa Abadi (ANA) melalui pendampingan teknis dan penyediaan sarana produksi.
Optimalisasi limbah padat tersebut memungkinkan petani di Desa Bunta, Tompira, dan Molino untuk memperoleh alternatif pupuk alami yang ramah lingkungan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan produk kimia yang mahal.
Berikut adalah beberapa komponen dukungan yang diterima oleh kelompok masyarakat di Morowali Utara:
- Pemberian benih jagung berkualitas bagi kelompok tani.
- Distribusi pupuk organik berbasis tandan kosong kelapa sawit.
- Pelatihan teknik pertanian berkelanjutan yang berorientasi pada pelestarian alam.
Melalui penggunaan pupuk organik dari hasil sampingan industri, struktur tanah di lahan pertanian masyarakat dapat terjaga kesuburannya dalam jangka panjang sehingga mampu mendukung produktivitas tanaman pangan secara konsisten.
Selain pendampingan di sektor pertanian, perusahaan juga memfasilitasi kebutuhan nelayan melalui penyediaan peralatan tangkap yang memadai guna menunjang aktivitas penangkapan ikan serta peningkatan pendapatan harian bagi keluarga masyarakat pesisir.
Kemitraan yang terjalin antara PT ANA dan warga setempat mencakup aspek pembangunan infrastruktur dasar yang sangat krusial, seperti penyediaan fasilitas air bersih melalui pembuatan sumur bor serta tangki penampung.
Dukungan infrastruktur tersebut membantu pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga sekaligus mendukung higienitas lingkungan pemukiman yang sehat bagi para ibu hamil, balita, serta para warga lanjut usia (lansia) di desa.
Pada sektor lain, kelompok perempuan diberdayakan melalui pelatihan keterampilan mengolah hasil kebun menjadi produk pangan olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi agar mampu memberikan kontribusi pendapatan tambahan keluarga.
Program pengembangan masyarakat (community development) ini dirancang berbasis pemetaan sosial agar setiap inisiasi yang dijalankan perusahaan benar-benar sesuai dengan potensi serta kebutuhan riil penduduk yang tinggal di sekitar perkebunan.
Beberapa pencapaian penting dalam program pemberdayaan di Sulawesi hingga September 2025 meliputi:
- Dukungan akses pendidikan yang telah menjangkau sebanyak 13 sekolah.
- Rehabilitasi lahan sepanjang sempadan sungai dan pesisir seluas 67 hektare.
- Penanaman lebih dari 22.000 pohon untuk pemulihan fungsi ekologis hutan.
Aktivitas rehabilitasi lingkungan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi serta menjaga kualitas sumber air yang sangat dibutuhkan oleh lahan pertanian organik milik kelompok tani maupun kebutuhan domestik warga.
Sinergi yang inklusif ini membuktikan bahwa keberhasilan operasional perkebunan tidak dapat dipisahkan dari tingkat kesejahteraan sosial serta kelestarian alam yang menjadi ruang hidup bersama bagi perusahaan dan juga masyarakat.***