
Dok. YouTube Hai Sawit TV (Bincang Sawit Milenial)
Jakarta, HAISAWIT – Mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Brawijaya (UB) mengungkapkan rasa bangga serta optimisme besar saat menghadiri acara Bincang Sawit Milenial (BSM) yang berlangsung pada 6 September 2024 di Kota Malang.
Kegiatan tersebut mengupas tuntas peluang karir bagi generasi muda di sektor perkebunan kelapa sawit yang kini semakin bertransformasi menggunakan teknologi canggih guna mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Kemal, mahasiswa semester tujuh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB, memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan kuat mengapa industri ini menjadi pilihan karir masa depan yang sangat menjanjikan bagi para lulusan baru.
“Kalau kita kerja atau mungkin berkecimpung di industri pangan kayak pertanian maupun perkebunan, itu akan selalu ada sampai kapan pun. Orang selalu butuh, enggak akan enggak butuh. Jadi prospeknya besar.” ujar Kemal, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Kamis (05/02/2026).
Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni FTP UB tersebut juga memaparkan fleksibilitas kompetensi yang dimiliki lulusan Teknik Pertanian dalam mengisi berbagai posisi strategis mulai dari lapangan hingga divisi teknis.
“Mungkin kita dicetak untuk fleksibel kali ya. Kalau di sawit itu berarti kalian bisa masuk mill, bisa masuk laboratorium, bisa masuk bahkan office staff, agronomi juga bisa.” pungkas mahasiswa asal Kalimantan Tengah tersebut.
Industri kelapa sawit memang membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian lintas disiplin ilmu. Berikut adalah beberapa posisi yang dapat diisi oleh lulusan teknik:
- Insinyur proses di pabrik pengolahan kelapa sawit.
- Staf kendali mutu pada laboratorium riset produk turunan.
- Spesialis mekanisasi pertanian untuk efisiensi pemanenan.
Selain aspek teknis, mahasiswa UB melihat industri ini sebagai pilar ekonomi bangsa yang sangat vital. Ketergantungan pasar global terhadap pasokan minyak sawit mentah asal Indonesia menciptakan stabilitas peluang kerja jangka panjang.
Kemal menekankan posisi tawar Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia yang seharusnya dikelola oleh tenaga lokal terampil agar memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan negara.
“Sawit itu cuma di Indonesia yang paling besar. Sayang banget kalau enggak dimanfaatkan, karena dunia itu bergantung pada kita (industri sawit Indonesia).” tegas Kemal saat berbincang bersama Aprilia Goverty selaku pemandu acara.
Guna menjembatani kebutuhan tenaga kerja profesional, Hai Sawit mengumumkan pelaksanaan Palm Oil Career Expo (POCE) di Medan serta platform daring bagi mahasiswa di luar wilayah Sumatera yang berminat berkarir.
Informasi mengenai lowongan pekerjaan serta pengembangan kompetensi industri sawit saat ini dapat diakses melalui aplikasi resmi Hai Sawit dan akun Instagram @poce.id sebagai panduan utama bagi para pencari kerja milenial.***