Jamur Tiram Sawit Jadi Inovasi UMKM Baru, BPDP Latih Petani Sulawesi di Parepare

Workshop jamur tiram sawit di Parepare memperlihatkan potensi besar pemanfaatan limbah sawit bagi pengembangan UMKM petani. Melalui kegiatan ini, BPDP dan Apkasindo Perjuangan mendorong inovasi usaha baru yang berkelanjutan di sektor perkebunan.

BERITA HAI INOVASI SAWIT HAI PRODUK SAWIT

Arsad Ddin

10 November 2025
Bagikan :

Gambar Ilustrasi Jamur Tiram (Hai Sawit/Arsad Ddin)

Parepare, HAI SAWIT – Jamur tiram sawit menjadi inovasi baru dalam pemanfaatan limbah sawit yang diperkenalkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) kepada petani sawit di Parepare, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini berlangsung pada 29–31 Oktober 2025 dan melibatkan petani sawit dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, serta Gorontalo. Pelatihan ini menjadi langkah konkret memperluas keterampilan petani dalam mengelola hasil replanting.

Kegiatan workshop tersebut digelar bekerja sama dengan Apkasindo Perjuangan. Pelatihan menitikberatkan pada pemanfaatan tandan kosong dan batang hasil replanting sawit sebagai media tanam jamur tiram.

Peserta mendapatkan bimbingan langsung dalam proses pembuatan media tanam, pembungkusan baglog, sterilisasi, pendinginan, hingga tahap inokulasi dan inkubasi. Kegiatan juga menampilkan hasil olahan jamur tiram yang potensial menjadi usaha baru bagi petani.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperluas peluang ekonomi di sektor perkebunan sawit melalui pemberdayaan UMKM.

“Melalui workshop ini menunjukkan bahwa sawit adalah tanaman yang istimewa semua bagian dapat dimanfaatkan,” ujar Helmi.

Helmi menambahkan, kegiatan tersebut membuka ruang bagi petani sawit di Sulawesi untuk mengembangkan usaha berbasis limbah replanting dengan nilai tambah yang tinggi.

“Budidaya Jamur dengan limbah replanting sawit diharapkan dapat dipraktekkan dan menjadi altenatif pengembangan usaha untuk UKM Petani Sawit,“ kata Helmi.

Sekretaris Jenderal Apkasindo Perjuangan, Sulaeman Andi, menyampaikan bahwa pelatihan jamur tiram sawit menjadi langkah nyata untuk memperkenalkan inovasi produktif di tingkat petani. Menurutnya, kegiatan seperti ini memperkuat posisi sawit sebagai komoditas yang bernilai serba guna.***

Bagikan :

Artikel Lainnya