
FAO 2025 Global Conference on Sustainable Livestock Transformation. (Foto: BRIN)
Tangerang, HAI SAWIT – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meraih pengakuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) atas inovasi sistem sawit–ternak berkelanjutan yang dinilai memberi kontribusi bagi ketahanan pangan global.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup yang kini bertransformasi menjadi Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PR SIMB) dalam ajang "FAO 80 Recognition of Good Practices and Innovations in Sustainable Livestock Transformation, One Health, Animal Health, and Reference Centres" di Roma, Italia.
Dari total 407 aplikasi yang masuk dari 72 negara, FAO memilih 50 inisiatif terbaik yang dianggap memberikan dampak nyata bagi sistem peternakan berkelanjutan. Salah satunya berasal dari riset BRIN yang mengembangkan sistem produksi ternak berbasis perkebunan kelapa sawit.
Inovasi tersebut menerapkan pendekatan One Health, yaitu integrasi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan ramah lingkungan.
Pengakuan ini diberikan melalui karya berjudul “Turning waste into a resource: Integrated oil palm-livestock innovations for sustainable food systems resilience”, yang mengusung konsep pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber daya produktif dalam peternakan berkelanjutan.
Kepala PR SIMB BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Ia menyebut capaian ini menjadi bukti bahwa riset nasional mampu bersaing di tingkat internasional.
“Penghargaan ini menunjukkan kerja keras para peneliti Indonesia yang mendapat perhatian dunia,” ujar Nugroho Adi Sasongko, dikutip dari laman BRIN, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi langkah penting dalam memperluas penerapan inovasi berbasis sawit untuk mendukung sektor peternakan yang berkelanjutan di Indonesia.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan memastikan hasil riset dapat diterapkan untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan nasional,” katanya.
Melalui inovasi ini, BRIN berupaya menghadirkan solusi ilmiah yang efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan hewan, sejalan dengan agenda transformasi pangan dunia.
Inovasi sawit–ternak yang diakui FAO tersebut juga memperlihatkan peran riset Indonesia dalam mendorong praktik berkelanjutan di sektor pangan dan peternakan berbasis sumber daya perkebunan.***