
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Gedung Pancasila Jakarta (5/8/2025). (Foto: Dok. Kemlu RI)
Jakarta, HAISAWIT – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Belarus, Maxim Ryzhenkov, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (5/8). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dialog tingkat tinggi di Minsk.
Pertemuan kedua Menlu ini dilakukan setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Alexander Lukashenko bertemu di Belarus pada Juli lalu. Agenda kali ini membahas potensi kerja sama di sektor strategis, termasuk pertanian dan perdagangan.
Menlu Sugiono menyampaikan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Belarus memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terutama pada sektor pertanian yang saling melengkapi. Komoditas sawit menjadi salah satu potensi ekspor yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Dalam ketahanan pangan, Indonesia mendorong kerja sama yang lebih luas dari sekadar perdagangan, melalui penguatan industri dan peningkatan kapasitas produksi pertanian”, ujar Menlu Sugiono, dikutip dari laman Kemlu, Minggu (9/8/2025).
Belarus diketahui memiliki keunggulan dalam produksi susu, daging, serta potash yang dapat diolah menjadi pupuk. Negara tersebut juga memproduksi alat berat dan mesin pertanian, serta memiliki riset untuk peningkatan hasil pertanian.
Sebaliknya, Indonesia memiliki sejumlah komoditas unggulan yang diminati Belarus, di antaranya karet, cokelat, minyak kelapa sawit, dan produk kayu. CPO menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam daftar pembahasan utama kerja sama ekspor.
Kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama ketahanan pangan. Bentuknya meliputi perdagangan, joint venture pengolahan hasil pertanian, produksi peralatan pertanian, serta kolaborasi riset untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Selain membahas perdagangan komoditas, pertemuan ini juga menyentuh sejumlah isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama. Kerja sama dalam kerangka ASEAN, EAEU, dan BRICS turut menjadi bagian dari diskusi.
Pertemuan kali ini menjadi yang pertama bagi Sugiono dan Ryzhenkov sejak keduanya menjabat sebagai Menlu pada 2024. Momentum ini dinilai penting untuk mempercepat realisasi kerja sama yang telah dibicarakan sebelumnya.
Usai pertemuan dengan Menlu RI, Ryzhenkov dijadwalkan bertemu sejumlah pejabat tinggi Indonesia. Di antaranya Menko Perekonomian, Menko Pangan, Menteri Pertanian, Menteri Industri, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
Rangkaian pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju implementasi konkret kerja sama kedua negara. Salah satunya dalam memaksimalkan potensi perdagangan CPO dan produk pertanian lain yang menjadi fokus pembahasan.***