
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Saat Meninjau Produk Minyak Goreng Bumi Merah Putih di SMKN 6 Kota Bengkulu, Selasa (27/05/2025). (Foto: Dok. SMK Negeri 6 Kota Bengkulu)
Bengkulu, HAISAWIT – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kota Bengkulu mulai memproduksi minyak goreng berbahan dasar Crude Palm Oil (CPO) lokal. Produk tersebut diluncurkan dalam ajang Gebyar SMK 2025 pada 27 Mei lalu.
Minyak goreng yang dinamai Minyak Goreng Bumi Merah Putih itu dihasilkan langsung oleh siswa SMK melalui proses teknis di ruang praktik Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) sekolah tersebut.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, hadir dalam peluncuran produk tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan terhadap pengembangan minyak goreng ini melalui pembangunan pabrik pengolahan di lingkungan sekolah.
“Kita akan dirikan pabrik di sekolah ini, hak patennya akan diurus, dan pemasarannya akan kami kawal hingga bisa menembus pasar nasional dan internasional,” ujar Helmi Hasan, dikutip dari laman Kemendikdasmen, Minggu (20/07/2025).
Dalam pernyataan lanjutan, Helmi menyampaikan pentingnya kemandirian produksi di daerah. Ia menilai potensi lokal perlu dikelola secara langsung oleh sumber daya yang telah dilatih melalui pendidikan vokasi.
“Jadi masyarakat Bengkulu akan bisa menggunakan minyak goreng hasil karya sendiri,” ungkap Helmi. Ia juga menambahkan, “Bahkan saya sudah berbicara dengan sejumlah pengusaha agar distribusinya bisa meluas ke Jawa dan bahkan ke luar negeri.”
Produk minyak goreng tersebut berasal dari pasokan CPO yang diperoleh melalui kerja sama dengan dua perusahaan kelapa sawit, yakni PT Agri Andalas dan PT Agricinal, yang memberikan dukungan bahan baku kepada sekolah.
Sebelum peluncuran resmi, pihak sekolah juga melakukan pelatihan pembuatan minyak goreng di Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Bengkulu pada 24 hingga 25 April 2025.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Rainer Atu, menyampaikan langkah pemerintah provinsi untuk mendampingi proses produksi dan membuka jalur kolaborasi lintas lembaga.
“Selain memberikan pendampingan untuk produksi, kami juga berupaya untuk membantu peluang kerjasama antara sekolah dengan BPOM, Dinas Kesehatan, dan MUI, serta lembaga lainnya yang relevan guna memberikan bimbingan dan pendampingan dalam membantu proses perizinan, agar produk tersebut terstandar dan bisa masuk ke pasar,” kata Rainer.
Sebagai bentuk apresiasi atas inovasi tersebut, SMKN 6 Bengkulu meraih predikat Juara Pertama dalam kategori Sekolah Inovatif dan menerima bantuan dana senilai satu miliar rupiah untuk pengembangan fasilitas.
Pihak sekolah juga melibatkan sejumlah pelaku UMKM dalam kegiatan peluncuran melalui Bahari Expo 2025, serta memberikan pelatihan produksi kepada masyarakat di sekitar sekolah.
Gubernur Helmi juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat peran pendidikan vokasi. “Mari kita bangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat, yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghasilkan produk, membuka lapangan kerja, dan menjawab kebutuhan pasar secara nyata,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu menyatakan dukungan pengadaan bahan baku dan alat produksi guna menjaga kelangsungan pengembangan produk turunan sawit dari sekolah tersebut.***