Dari Sawit hingga Kakao, Indonesia Genjot Ekspor Pertanian ke Uruguay

Hubungan diplomatik Indonesia dan Uruguay memasuki fase baru. Nilai perdagangan mencapai 65,5 juta dolar AS pada 2024 dengan minyak sawit sebagai penyumbang terbesar, diikuti kakao, kelapa, dan hasil pertanian lainnya.

BERITA

Arsad Ddin

21 September 2025
Bagikan :

Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay, Valeria Csukasi dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir dalam Forum Konsultasi Bilateral Indonesia–Uruguay di Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Foto: Dok. Kemlu RI)

Jakarta, HAISAWIT - Indonesia dan Uruguay memperkuat kerja sama perdagangan dengan menempatkan komoditas pertanian sebagai salah satu fokus. Minyak sawit, kakao, hingga produk kelapa menjadi bagian penting dalam hubungan dagang kedua negara.

Forum Konsultasi Bilateral Indonesia–Uruguay yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (16/9/2025) menjadi wadah untuk memperluas kemitraan. Pertemuan ini dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir bersama Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay, Valeria Csukasi.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenlu RI Arrmanatha Christiawan Nasir menekankan penguatan kerja sama Indonesia dengan Uruguay dan kawasan Amerika Selatan. Ia menyebut hubungan kedua negara memiliki nilai strategis dalam sektor energi, pangan, dan pertanian.

“Indonesia akan terus perkuat kerja sama dengan Uruguay, serta negara-negara di kawasan Amerika Selatan dan Karibia”, ujar Arrmanatha, dikutip dari laman Kemlu, Minggu (21/9/2025).

Delegasi Uruguay melalui Wamenlu Valeria Csukasi menyebut Indonesia sebagai mitra politik dan dagang yang strategis. Ia menyampaikan pentingnya perdagangan yang saling melengkapi sehingga dapat memberi keuntungan bersama bagi kedua pihak.

Data mencatat nilai perdagangan Indonesia–Uruguay mencapai 65,5 juta dolar AS pada 2024. Minyak sawit menjadi produk ekspor utama, disusul alas kaki, kelapa, kacang brazil, kacang mete, dan pasta kakao.

Selain perdagangan, kedua negara juga membahas percepatan negosiasi Indonesia–MERCOSUR Comprehensive Economic Partnership Agreement (IM–CEPA). Uruguay mendapat peran penting karena menjadi tuan rumah Sekretariat MERCOSUR di Montevideo.

Kerja sama energi baru terbarukan ikut menjadi agenda. Uruguay memiliki keunggulan karena 98 persen listriknya bersumber dari energi terbarukan. Indonesia dan Uruguay sepakat mendorong pertukaran pengalaman serta teknologi terkait energi surya, air, dan angin.

Isu perlindungan WNI di Uruguay turut dibahas. Tercatat sekitar 800 hingga 1.000 Anak Buah Kapal asal Indonesia berlabuh di sana setiap tahun. Pemerintah Indonesia mengusulkan pembentukan perjanjian konsuler untuk memperkuat perlindungan warga negara.

Sebagai tindak lanjut, kedua Wamenlu menandatangani Persetujuan Pembebasan Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Kesepakatan ini dipandang penting untuk meningkatkan konektivitas dan memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.***

Bagikan :

Artikel Lainnya