Agrinas Palma Nusantara Tegaskan Komitmen Tata Kelola KSO Sawit yang Transparan dan Akuntabel

Agrinas Palma Nusantara tetap mendorong keterlibatan berbagai pihak, seperti masyarakat, koperasi, dan perusahaan daerah, sebagai mitra strategis agar manfaat pengelolaan kebun dapat dirasakan secara lebih merata.

BERITA

Sahnia Mellynia

28 Januari 2026
Bagikan :

Jakarta, HAISAWIT – Upaya penguatan tata kelola kerja sama operasional (KSO) terus dilakukan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) melalui pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi bersama para mitra pengelola kebun kelapa sawit. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan seluruh bentuk kerja sama berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, kepatuhan regulasi, serta tata kelola BUMN yang baik.

Direktur Bisnis dan Komersial PT Agrinas Palma Nusantara sekaligus Ketua Pokja KSO, Teddy Juanda Simatupang, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki kapasitas dan kesiapan untuk mengelola kebun secara mandiri. Meski demikian, Agrinas Palma Nusantara tetap mendorong keterlibatan berbagai pihak, seperti masyarakat, koperasi, dan perusahaan daerah, sebagai mitra strategis agar manfaat pengelolaan kebun dapat dirasakan secara lebih merata.

Menurut Teddy, peran BUMN di sektor perkebunan tidak hanya sebatas pengelolaan bisnis, tetapi juga harus mampu menghadirkan perubahan nyata di lapangan, terutama dalam upaya pemulihan dan peningkatan produktivitas kebun-kebun yang sebelumnya tidak terkelola secara optimal.


Pada kesempatan yang sama, Senior Executive Vice President (SEVP) KSO Agrinas Palma Nusantara, Brigjen TNI (Purn.) Binarko Sugihantyo, menekankan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi sarana untuk melakukan penyesuaian terhadap perjanjian kerja sama yang telah berjalan. Sejumlah perjanjian KSO yang masih menggunakan format lama akan disempurnakan melalui adendum, dengan mengacu pada standar terbaru yang disusun oleh Pokja KSO serta rekomendasi BPKP dan kebijakan Kementerian BUMN.

Ke depan, pengelolaan kebun kelapa sawit—baik kebun inti, plasma, maupun kebun masyarakat—akan ditata secara lebih terstruktur. Proses ini dilengkapi dengan validasi data luasan dan kondisi kebun, serta evaluasi berkelanjutan yang mencakup aspek teknis lapangan, kinerja produksi, dan laporan keuangan mitra.

Melalui penguatan mekanisme evaluasi dan penyesuaian kerja sama ini, Agrinas Palma Nusantara menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan pengelolaan kebun kelapa sawit yang transparan, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan :

Artikel Lainnya