GAPKI dan AngoNesia Tandatangani MoU Perluas Ekspor Minyak Sawit ke Afrika

GAPKI dan AngoNesia menandatangani MoU di Trade Expo Indonesia 2025, Tangerang, untuk memperluas kerja sama perdagangan minyak sawit. Kesepakatan ini mencakup pertukaran informasi bisnis, promosi bersama, dan penguatan jejaring pelaku usaha antara Indonesia dan Angola.

BERITA

Arsad Ddin

23 Oktober 2025
Bagikan :

GAPKI resmi menandatangani MoU dengan Angola–Indonesia Chamber of Commerce and Industry (AngoNesia) untuk memperluas kerja sama perdagangan sawit di ajang Trade Expo Indonesia 2025, Tangerang (18/10/2025). (Foto: Gapki)

Tangerang, HAISAWIT - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Angola–Indonesia Chamber of Commerce and Industry (AngoNesia) di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Tangerang, Sabtu (18/10/2025).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Mr. Cláudio David Pestana Camenha, Presidente AngoNesia, mewakili pihak pertama, serta Mr. Eddy Martono, Ketua Umum GAPKI, mewakili pihak kedua.

Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Angola, khususnya di sektor industri minyak sawit yang semakin berkembang di pasar global.

Melalui MoU, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi di bidang industri minyak sawit, termasuk pertukaran informasi bisnis dan penyelenggaraan berbagai kegiatan kerja sama lainnya.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyampaikan pandangannya soal peluang pasar di Afrika.

“Pasar Afrika memiliki potensi besar bagi produk minyak sawit Indonesia. Melalui kemitraan dengan AngoNesia, kami berharap dapat membuka akses pasar baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia,” ujar Eddy Martono.

Selain pertukaran informasi, MoU ini membuka peluang penyelenggaraan seminar, promosi bersama, serta memfasilitasi perdagangan produk minyak sawit antara kedua negara.

Pihak GAPKI dan AngoNesia juga menekankan pentingnya penguatan jejaring antar pelaku usaha, sehingga hubungan ekonomi dapat saling menguntungkan bagi industri sawit di Indonesia maupun Angola.

Perjanjian ini berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama, meski tidak bersifat mengikat secara hukum, namun menjadi landasan membangun kerja sama lebih konkret.

Momentum penandatanganan berlangsung di sela-sela Trade Expo Indonesia 2025, pameran dagang terbesar di Indonesia yang menjadi ajang promosi produk unggulan nasional ke pasar internasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya