Riau Optimalkan 3,3 Juta Hektare Lahan Sawit untuk Program Integrasi Peternakan Sapi

Pemerintah Provinsi Riau mengoptimalkan lebih dari 3,3 juta hektare lahan sawit untuk program integrasi peternakan sapi. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi biaya produksi sawit, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan.

BERITA

Arsad Ddin

4 November 2025
Bagikan :

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau menerima kunjungan koordinasi dan konsultasi dari Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, di Kantor DPKH Provinsi Riau, Senin (3/11/2025). (Foto: Dinaspkh Riau)

Pekanbaru, HAISAWIT – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau menerima kunjungan koordinasi dan konsultasi dari Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Senin (3/11/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor DPKH Riau itu membahas penerapan program integrasi usaha perkebunan kelapa sawit dengan budidaya ternak sapi atau dikenal dengan sistem SISKA.

Dikutip dari laman Dinaspkh Riau, Selasa (4/11/2025), sistem SISKA telah dikembangkan di lahan sawit seluas lebih dari 3,3 juta hektare di Provinsi Riau, dengan potensi menampung hingga 1,6 juta ekor sapi.

Program tersebut menjadi rujukan bagi daerah lain karena dinilai efektif dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Pemanfaatan lahan perkebunan sawit untuk ternak sapi membuka peluang besar bagi pengembangan sektor peternakan terpadu.

Selain itu, penerapan SISKA juga terbukti membantu pengelolaan limbah organik di perkebunan sawit. Sisa pelepah dan tandan kosong sawit dapat digunakan sebagai pakan alternatif bagi sapi.

Kunjungan DPRD Tanjung Jabung Barat bertujuan menggali informasi terkait pelaksanaan Pergub Riau Nomor 30 Tahun 2023 tentang pembinaan dan pengawasan sistem integrasi sawit-sapi. Aturan ini menjadi dasar pengembangan model serupa di wilayah lain.

DPKH Riau menjelaskan berbagai manfaat ekonomi dan sosial dari integrasi tersebut. Peningkatan populasi sapi di lahan sawit mendorong efisiensi biaya produksi serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Melalui koordinasi antardaerah ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berupaya memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengembangkan sistem peternakan terpadu yang berkelanjutan.

Program SISKA juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor peternakan dan perkebunan. Kolaborasi antara petani sawit dan peternak menjadi fondasi penting bagi ekonomi pedesaan di wilayah Riau.

Langkah ini menunjukkan potensi besar integrasi sawit dan sapi sebagai model pengelolaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan, dengan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar lahan perkebunan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya