Empat Kelembagaan Pekebun di Riau Ajukan Usulan Sarpras Senilai Rp27,4 Miliar ke BPDP

Empat kelembagaan pekebun sawit di Riau mengajukan bantuan Sarana dan Prasarana (Sarpras) ke BPDP dengan total nilai Rp27,4 miliar. Usulan mencakup intensifikasi kebun dan pengadaan mesin pertanian, sebagian masih menunggu verifikasi di tingkat provinsi.

BERITA

Arsad Ddin

8 Desember 2025
Bagikan :

Ilustrasi Perbaikan Jalan Sawit - HaiSawit/Arsad Ddin

Pekanbaru, HAI SAWIT – Empat kelembagaan pekebun sawit di Provinsi Riau mengajukan bantuan program Sarana dan Prasarana (Sarpras) kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar.

Plt Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau, Supriadi, menyampaikan bahwa usulan tersebut berasal dari kelompok tani dan koperasi yang tersebar di Dumai, Rokan Hulu, serta Pelalawan.

Pada tahap awal, usulan dari KUD Makarti Jaya di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, telah berada dalam proses peninjauan administrasi di tingkat provinsi.

"Usulan ini sedang diverifikasi di tingkat provinsi," ujar Supriadi, dikutip dari laman Mediacenter Riau, Senin (08/12/2025).

Selain itu, Kelompok Tani Harapan Maju di Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, mengajukan paket intensifikasi untuk kebun seluas 36,6 hektare dengan nilai Rp985,14 juta.

Sementara di Kabupaten Pelalawan, KUD Bakti Desa Trimulya Jaya mengusulkan bantuan intensifikasi senilai Rp12,99 miliar untuk peningkatan kebun sawit seluas 342 hektare yang dikelola anggota koperasi.

Koperasi Tenera Jaya di Desa Banjar Panjang, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, turut mengusulkan paket intensifikasi untuk 339 hektare kebun sawit.

"Saat ini juga dalam tahap verifikasi di tingkat provinsi," tambah Supriadi.

Menurut Kadisbun Riau, sebagian besar usulan yang masuk masih berada pada tahapan verifikasi, baik di tingkat provinsi maupun pada kementerian terkait.

Secara keseluruhan, sejak program Sarpras dibuka, sebanyak 24 kelembagaan pekebun di Riau telah mengajukan permohonan bantuan dengan delapan usulan telah terealisasi.

“Kami terus mendorong para pekebun agar memanfaatkan program pemerintah pusat ini. Ini kesempatan besar untuk menyerap lebih banyak dana demi memajukan perkebunan kelapa sawit di Riau," pungkas Supriadi.

Kadisbun Riau menambahkan bahwa beberapa usulan lainnya masih menunggu proses lanjutan, termasuk dua usulan yang sudah mendapatkan Surat Keputusan Direktur BPDP dan tengah memasuki tahap lelang.***

Bagikan :

Artikel Lainnya