Eksistensi Pemimpin Perempuan Muda dalam Operasional Perkebunan Sawit Modern

Tiga perempuan muda sukses menduduki posisi strategis operasional di perkebunan Asian Agri wilayah Riau. Kehadiran asisten lapangan ini memperkuat inklusi gender dalam industri sawit modern melalui pencapaian kompetensi teknis dan kepemimpinan profesional.

BERITA

Arsad Ddin

3 Februari 2026
Bagikan :

Tiga perempuan muda, Revorniati, Lisbetty, dan Anastasya. (Foto: Asian Agri)


Riau, HAISAWIT – Tiga perempuan muda sukses membuktikan eksistensi kepemimpinan di sektor operasional perkebunan kelapa sawit Asian Agri melalui penempatan tugas strategis di wilayah Provinsi Riau sepanjang periode tahun 2021 hingga 2023.

Dominasi laki-laki di lapangan kini mulai bergeser seiring munculnya talenta perempuan yang mengisi posisi penting. Peran ini mencakup pengawasan logistik, kontrol kualitas produksi, hingga manajemen pembibitan pada unit kebun perusahaan.

Dilansir dari laman Asian Agri, Selasa (03/02/2026), keterlibatan tenaga kerja perempuan di perusahaan ini telah mencapai angka 22 persen. Data tersebut mencerminkan inklusi gender yang nyata bagi perkembangan industri perkebunan nasional.

Revorniati Hulu mengawali karier profesional sejak tahun 2023 setelah menyelesaikan pendidikan sarjana teknik pertanian. Saat ini, ia menjabat sebagai Asisten Kontrol Kualitas di unit Kebun Gondai Estate yang berlokasi di Riau.

Tanggung jawab harian Revorniati meliputi serangkaian aktivitas teknis yang memerlukan ketelitian tinggi. Fokus utamanya adalah memastikan standar mutu hasil panen serta efisiensi manajemen pupuk tetap terjaga sesuai prosedur perusahaan yang berlaku.

Proses seleksi dan pelatihan di Asian Agri Learning Institute (AALI) menjadi pondasi utama pembentukan karakter pemimpin. Lembaga pendidikan internal ini memberikan pelatihan fisik maupun mental bagi para asisten sebelum bertugas secara penuh.

Berikut adalah beberapa aspek utama yang ditangani pemimpin perempuan dalam operasional harian:

  • Pemeriksaan kualitas buah sawit hasil panen.
  • Pengawasan logistik transportasi pengangkut hasil bumi.
  • Manajemen administrasi dan keuangan di tingkat estate.
  • Pengelolaan bibit unggul pada area pembibitan awal.

Lisbetty Anggreni Tambunan merupakan sosok lain yang menunjukkan transisi karier signifikan. Bergabung pada tahun 2021, ia kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) di unit Kebun Soga Estate, Riau.

Latar belakang pendidikan ekonomi membawa Lisbetty mampu mengelola sistem administrasi perkebunan secara terstruktur. Ia berhasil memimpin tim melalui pendekatan kerja yang harmonis meskipun harus berhadapan dengan jadwal patroli kawasan yang sangat padat.

Anastasya J. Ginting turut memperkuat jajaran pemimpin muda sebagai Asisten Pembibitan di lokasi yang sama. Lulusan sarjana pertanian tahun 2023 ini bertanggung jawab penuh terhadap fase awal pertumbuhan tanaman kelapa sawit.

Kepemimpinan di lapangan menuntut kemampuan komunikasi yang kuat serta ketegasan dalam mengambil keputusan. Para perempuan ini berhasil memperoleh rasa hormat dari tim melalui konsistensi kerja dan pemahaman mendalam mengenai teknis budidaya.

Industri sawit modern kini membuka ruang bagi siapa saja yang memiliki disiplin serta tekad kuat. Kehadiran para asisten perempuan ini menjadi bukti bahwa kompetensi profesional melampaui batasan gender tradisional di area perkebunan.

Pencapaian Revorniati, Lisbetty, dan Anastasya memberikan gambaran jelas mengenai masa depan sektor agribisnis Indonesia. Keberadaan pemimpin muda di tingkat lapangan menjadi pilar penting bagi terciptanya produktivitas serta tanggung jawab lingkungan yang seimbang.***

Bagikan :

Artikel Lainnya