Kalteng Buka Pintu Lebar bagi Investor Hilirisasi Sawit di 2026

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka peluang investasi hilirisasi kelapa sawit pada 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta mengoptimalkan sektor industri pengolahan di tengah tantangan perlambatan ekonomi global saat ini.

BERITA

Arsad Ddin

1 Februari 2026
Bagikan :

(Foto: mmc Prov Kalteng)


Palangka Raya, HAISAWIT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi membuka peluang investasi besar pada sektor hilirisasi kelapa sawit guna memperkuat struktur ekonomi daerah sepanjang tahun 2026 mendatang.

Langkah strategis ini menyusul peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 oleh Bank Indonesia (BI) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 4,7 hingga 5,55 persen secara tahunan.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menjelaskan bahwa dinamika pasar keuangan internasional dan pelemahan ekonomi negara mitra dagang memicu tren perlambatan ekonomi global saat ini.

“Namun demikian, perekonomian nasional diprakirakan tetap tumbuh kuat, didukung kebijakan fiskal dan moneter yang pro-growth. Bagi Kalimantan Tengah, kondisi ini menjadi momentum untuk terus menjaga ketahanan ekonomi daerah,” ujar Yuas, dikutip dari laman mmc Prov Kalteng, Minggu (01/02/2026).

Pemerintah daerah kini memprioritaskan akselerasi industri pengolahan serta peningkatan investasi sebagai motor penggerak utama. Upaya tersebut bertujuan memastikan sektor pertanian tetap menjadi penopang stabilitas ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terbuka bagi investor yang mengembangkan industri hilirisasi batu bara dan kelapa sawit beserta turunannya,” ungkap Yuas dalam sambutan tertulis Gubernur di Aula Betang Hapakat, Palangka Raya.

Optimalisasi sektor unggulan ini juga dibarengi dengan penguatan infrastruktur pendukung serta pemanfaatan teknologi modern. Pemerintah fokus meningkatkan nilai tambah produk mentah agar memberikan dampak ekonomi lebih signifikan bagi masyarakat.

Beberapa poin strategis yang menjadi fokus pembangunan ekonomi Kalimantan Tengah antara lain:

  • Akselerasi hilirisasi pada sektor pertambangan dan pertanian.
  • Dukungan penuh program cetak sawah periode 2025–2026.
  • Peningkatan transaksi ekonomi digital melalui sistem pembayaran yang aman.

Gubernur melalui Yuas Elko menginstruksikan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan guna menjamin setiap program pembangunan berjalan selaras. Kolaborasi ini dianggap krusial demi mewujudkan efektivitas kerja dalam mencapai target kesejahteraan.

“Dengan sinergi yang kuat, Kalimantan Tengah diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi, berdaya tahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” pungkas Yuas mengakhiri sambutan tertulis dalam agenda peluncuran laporan ekonomi tersebut.

Bank Indonesia memperkirakan angka inflasi di wilayah Kalimantan Tengah tetap terkendali pada level 2,5 persen. Target tersebut sejalan dengan sasaran nasional untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah transisi industri.

Keberhasilan agenda hilirisasi ini bergantung pada partisipasi aktif para pelaku usaha dalam membangun pabrik pengolahan turunan sawit. Pemerintah daerah menjamin kemudahan akses bagi setiap investasi yang masuk ke wilayah tersebut.***

Bagikan :

Artikel Lainnya