
Pelatihan budidaya tanaman kelapa sawit di Desa Sebuhur Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, Selasa (08/12/2025). (Foto: BRMP Kalsel)
Tanah Laut, HAI SAWIT – Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan ikut mendukung pengembangan budidaya kelapa sawit ramah lingkungan melalui pelatihan untuk petani di Desa Sebuhur, Kecamatan Jorong, Selasa (8/12/2025).
Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut itu dibuka oleh Sekretaris Desa Sebuhur dan diikuti petani penerima bantuan pemerintah yang fokus pada peningkatan kemampuan budidaya sawit.
Dilansir dari laman BRMP Kalsel, Kamis (11/12/2025), pelatihan ini bertujuan memperkuat pengetahuan petani terhadap budidaya sawit ramah lingkungan yang sejalan dengan program perizinan usaha perkebunan di Tanah Laut.
Materi yang diberikan mencakup pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai dasar produksi sawit berkelanjutan. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Lelya Pramudyani, MP, kepada peserta pelatihan.
Pemateri lain, Susanto, S.ST, menguraikan teknik pengolahan limbah sawit menjadi pupuk organik. Informasi ini diarahkan pada efisiensi lahan dan pemanfaatan hasil samping perkebunan.
Peserta juga mempelajari pengolahan limbah sebagai campuran pakan ternak. Metode ini mendukung pemanfaatan limbah secara ekonomis bagi petani.
Pelatihan berlangsung dengan fokus pada praktik yang bisa diterapkan langsung di lapangan. Petani diberikan contoh penerapan dasar untuk menjaga produktivitas tanaman.
Kegiatan ini sejalan dengan program Perizinan Usaha Pertanian Bidang Perkebunan yang diterapkan pemerintah daerah sebagai upaya peningkatan kapasitas budidaya sawit.
BRMP Kalsel menekankan pentingnya produksi sawit yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan ini mendukung ketahanan pangan nasional melalui budidaya yang berkelanjutan.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mempertahankan swasembada pangan melalui penerapan teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan.
Pelatihan di Tanah Laut menjadi bagian dari dukungan terhadap petani dalam mengembangkan praktik sawit ramah lingkungan yang relevan dengan kebijakan perkebunan daerah.***