Belarusia Siap Buka Pasar CPO dan Coconut Milk Indonesia, Mentan Amran Sambut Positif

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Dmitry Lukashenko dari Belarusia untuk membahas peluang ekspor CPO, coconut milk, dan kakao Indonesia. Pertemuan menekankan kerja sama strategis yang saling menguntungkan kedua negara.

BERITA

Arsad Ddin

2 Desember 2025
Bagikan :

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Dmitry Lukashenko untuk membahas kerja sama pertanian di Jakarta Selatan, Senin (1/12/2025). (Foto: Dok Ditjen PKH)

Jakarta, HAI SAWIT – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Dmitry Lukashenko, putra Presiden Belarusia, di Jakarta Selatan, Senin (1/12/2025). Pertemuan ini membahas peluang kerja sama strategis di sektor pertanian kedua negara.

Delegasi Belarusia menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterima selama kunjungan. Diskusi fokus pada penguatan ketahanan pangan dan potensi kerja sama investasi di berbagai komoditas pertanian.

“Kami melihat beberapa aspek kerja sama. Belarusia adalah negara agrikultur yang besar seperti Indonesia. Subjek utama adalah keamanan pangan bagi kedua negara. Kita punya banyak pengalaman yang dapat dibagikan bersama Indonesia. Terima kasih atas sambutan hangat Indonesia,” ujar Elias Borisovich, dikutip dari FP Ditjen PKH Kementan RI, Selasa (02/12/2025).

Mentan Amran menekankan pentingnya kerja sama yang memberikan manfaat konkret bagi Indonesia, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan percepatan penguatan industri hulu pertanian.

“Ini menggolkan misi Indonesia. Jadi ini adalah win-win solution. Kita butuh susu, dan kita juga membutuhkan potas. Ini sangat penting karena beberapa komoditas itu tidak bisa diproduksi di Indonesia. Yang terpenting, harganya lebih murah dan kualitasnya terjamin,” kata Mentan Amran.

Pemerintah mendorong Belarusia untuk membuka pasar bagi sejumlah komoditas unggulan nasional. Fokus utama diskusi mencakup produk CPO, coconut milk, serta kakao sebagai peluang ekspor yang potensial.

“Kita punya palm oil, produksinya 46 juta ton. Kita juga punya coconut dan kakao. Sekarang kita surplus. Jadi penekanannya jelas, kerja sama harus saling menguntungkan,” ujar Mentan Amran.

Selain ekspor, pembahasan juga mencakup investasi di industri pupuk. Belarusia diharapkan mempertimbangkan pembangunan pabrik pupuk di Indonesia, khususnya untuk rock phosphate dan potassium yang dibutuhkan untuk mendukung program ketahanan pangan.

Kerja sama lain yang dibicarakan termasuk pengembangan alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari traktor hingga teknologi solar panel, untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional.

Mentan Amran juga menyinggung percepatan penerbitan Health Certificate (HC) dan sertifikasi halal, sehingga produk susu dan daging Belarusia dapat masuk ke pasar Indonesia sesuai standar keamanan pangan.

Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi lebih luas antara Indonesia dan Belarusia di sektor pertanian, dengan prinsip saling menguntungkan dan fokus pada penguatan posisi kedua negara sebagai kekuatan agrikultur di tingkat global.***

Bagikan :

Artikel Lainnya