IPB University Kembangkan Rompi Antipeluru dari Limbah Sawit Lolos Uji Balistik TNI AD

Tim peneliti IPB University berhasil mengembangkan rompi antipeluru berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang lolos uji balistik di Laboratorium Dislitbang TNI AD, mendukung industri pertahanan berbasis sumber daya lokal.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

26 Desember 2025
Bagikan :

IPB University melakukan uji balistik rompi antipeluru berbahan limbah sawit di Laboratorium Dislitbang TNI AD, Batujajar, Bandung, Jumat (19/12/2025). (Foto: IPB University)

Bandung, HAI SAWIT - Tim peneliti IPB University berhasil mengembangkan rompi antipeluru berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang lolos uji balistik di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD) pada Jumat (19/12/2025).

Rompi antipeluru berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) tersebut menjalani pengujian ketat dan dinyatakan memenuhi standar militer. Produk ini menjadi bukti riset biomaterial IPB University mendukung industri pertahanan berbasis sumber daya lokal.

Peneliti Pusat Studi Sawit IPB University, Dr Siti Nikmatin, menyampaikan harapannya bahwa inovasi rompi antipeluru berbahan limbah sawit bisa menjadi kekuatan baru bagi kedaulatan industri pertahanan nasional.

“Semoga inovasi ini dapat mengubah potensi limbah kelapa sawit menjadi kekuatan baru bagi kedaulatan industri pertahanan Indonesia di masa depan,” ujar Dr Siti Nikmatin, dikutip dari laman IPB University, Jumat (26/12/2025).

Rompi ini dikembangkan oleh tim multidisiplin sejak 2023, termasuk Dr Irmansyah, Rima Fitria Adiati, MT, Dr Agus Kartono, serta Tursina Andita Putri, MSi. Kolaborasi dengan mitra industri, PT Interstisi Material Maju, memperkuat proses hilirisasi produk.

Pengujian balistik dilakukan menggunakan amunisi kaliber 9×19 mm dari jarak 5 meter. Uji mencakup tembakan kering, basah, serta ketahanan terhadap tusukan dan bacokan senjata tajam.

Hasil pengujian menunjukkan rompi mampu menahan proyektil tanpa tembus, dengan deformasi belakang di bawah 44 mm. Performa ini sebanding dengan rompi antipeluru level IIIA yang tersedia di pasaran.

Selain perlindungan maksimal, rompi berbahan serat TKKS memiliki bobot kurang dari 2 kilogram dan ketebalan kurang dari 2 cm, sehingga lebih ergonomis untuk digunakan.

Proses sertifikasi dan pengujian disaksikan langsung oleh pimpinan IPB University, termasuk Prof Anas Miftah Fauzi, Kepala Lembaga Riset Internasional Teknologi Maju, dan Prof Budi Mulyanto, Kepala Pusat Studi Sawit.

Tim peneliti TNI AD yang memantau pengujian antara lain Kolonel Cpl Kries Kambaksono, Kolonel Yayat Priatna P, Kolonel Hiras M.S Turnip, dan Kolonel Tri Handoko.

Proyek ini didanai melalui Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2024–2025, mendukung riset lanjutan dan komersialisasi.

Ketersediaan bahan baku serat sawit sangat melimpah. Namun, beberapa tahapan produksi masih dilakukan manual sehingga membutuhkan investasi permesinan dan modal untuk mempercepat skala produksi.***

Bagikan :

Artikel Lainnya