
(Foto: BNI.CO.ID)
Jakarta, HAISAWIT – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meluncurkan ESG Advisory Playbook khusus subsektor kelapa sawit, menjadi bank pertama di Indonesia yang menyediakan panduan komprehensif bagi debitur guna transisi hijau.
Inisiatif strategis ini bertujuan membantu pelaku industri sawit menghadapi tantangan regulasi global, khususnya European Union Deforestation Regulation (EUDR), serta memperkuat praktik keberlanjutan sesuai standar internasional.
Dilansir dari laman BNI, Jum'at (06/02/2026), peluncuran ini merupakan bagian dari BNI ESG & Sustainability Transition (BEST) Event 2025 yang bertema 'Driving Sustainability in Palm Oil Sector with BNI', dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun.
Acara penting ini berlangsung di Menara BNI Pejompongan pada Rabu (19/11/2025), turut dihadiri oleh jajaran direksi serta eksekutif BNI yang menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda keberlanjutan nasional.
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menjelaskan bahwa Advisory Playbook berfungsi sebagai alat pendampingan strategis. Alat ini memandu pelaku usaha untuk memulai serta meningkatkan upaya transisi berdasarkan strategi perusahaan.
Penyusunan panduan ini melibatkan beragam pemangku kepentingan, termasuk International Finance Corporation (IFC), Kementerian Pertanian, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), serta PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV).
Proses penyusunan melalui Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (30/10/2025) memastikan playbook ini aplikatif, relevan, dan mampu menjawab berbagai tantangan nyata di lapangan industri kelapa sawit.
BNI mempertegas komitmennya sebagai mitra bagi debitur dan mendukung proses transisi Indonesia. Langkah ini membantu pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) 2060 atau bahkan lebih cepat.
Program ESG Advisory Playbook ini melanjutkan keberhasilan BEST Event 2024. Sebelumnya, kegiatan tersebut berfokus pada implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) bagi debitur di sektor energi.
Tahun ini, BNI memperluas cakupan pendampingan ke sektor kelapa sawit karena kontribusinya besar terhadap perekonomian nasional. Hal ini menunjukkan prioritas BNI dalam mendukung sektor strategis.
Sebagai pelopor keuangan berkelanjutan, BNI mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam nilai perusahaan. Strategi ini menjadi fondasi bisnis guna menciptakan nilai jangka panjang.
Komitmen ini juga tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada tahun 2025 dengan peringkat idAAA. Peringkat tersebut menegaskan kualitas dan dampak pembiayaan berkelanjutan BNI.
ESG Advisory Playbook ini diharapkan menjadi panduan praktis. Dengan demikian, pelaku usaha dapat merancang upaya transisi yang selaras dengan strategi dan kapabilitas masing-masing perusahaan secara efektif.
BNI semakin mengukuhkan perannya dalam mendorong transformasi keberlanjutan sektor-sektor strategis nasional melalui inisiatif ini. Langkah tersebut mendukung daya saing industri kelapa sawit Indonesia di pasar global.***